Thailand Panas, Industri Otomotif Tanah Air Adem Ayem

0
65

.Jakarta – Ketegangan yang terjadi di Thailand akibat
demonstrasi yang dilakukan kaos merah atau red shirt sama sekali tidak
mengganggu industri otomotif Indonesia. Setidaknya itu yang dialami
produsen motor dan mobil yang berada di naungan Astra International.

Produksi
pabrik mobil-mobil yang akan diekspor ke Indonesia berada jauh di luar
kota Bangkok yang menjadi pusat demo.

“Kita tidak ada masalah dengan krisis di Thailand. Karena semua sudah
kita produksi di dalam negeri,” ujar Direktur Marketing PT Astra
Daihatsu Motor Amelia Tjandra di sela-sela peringatan Hari Pendidikan
Nasional di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (18/5/2010).

Begitu pula dengan Isuzu. Pabrikan yang jago main di mesin diesel
ini pun mengakui bahwa pihaknya tidak terpengaruh oleh krisis di
Thailand.

“Tidak ada pengaruhnya ke kita,” tukas Presiden
Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia Yohannes Nangoi.

Dan
ternyata tidak hanya pabrikan mobil saja yang adem ayem menanggapi
krisis yang diakibatkan konflik antara pendukung Thaksin dan militer
ini. Sebab pabrikan motor seperti Honda pun ternyata juga tidak
terpengaruh sama sekali.

“Kan semua motor Honda sudah diproduksi
di Indonesia, jadi tidak ada masalah Thailand keadaannya mau seperti
apa,” pungkas Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Julius Aslan.

Mobil Pintar

Sementara itu, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional Grup Astra
2010, Daihatsu menjadikan Gran Max sebagai basis ‘mobil pintar’ yang
didalamnya berisi berbagai alat pendidikan interaktif seperti komputer
multimedia.

Belum lagi TV LCD yang dapat memutar film mengenai
ilmu pengetahuan, buku-buku pelajaran, peralatan menulis dan mewarnai,
serta kursi dan meja lipat yang dapat digunakan untuk belajar dan
membaca.

“Mobil pintar ini nantinya akan beropersi di
sekolah-sekolah di Jakarta,” ungkap  Amelia Tjandra.

Sementara PT
Toyota Astra Motor (TAM) menyumbangkan Toyota Dyna  sebagai sarana
pembelajaran keliling pada program ?Mobil Pintar? SIKIB (Solidaritas
Istri Kabinet Indonesia Bersatu).

Mobil pintar Toyota ini juga
telah dilengkapi berbagai macam buku bacaan pelajaran, CD interaktif,
perangkat komputer bahkan permainan yang edukatif yang diharapkan dapat
menjadi sarana pembelajaran.

Tidak hanya itu, untuk urusan
pendiikan formal, TAM  melalui Yayasan Toyota Astra (YTA) juga
memberikan beasiswa kepada tidak kurang dari 1.320 siswa sekolah dasar
dan menengah dari Kepulauan Seribu.

Dengan begitu, sejak berdiri
tahun 1974 hingga kini YTA total telah menyerahkan beasiswa kepada lebih
dari 64.000 siswa.

Tidak hanya berupa beasiswa bahkan YTA juga
memberikan bantuan dana untuk penelitian mahasiswa tingkat doktoral yang
telah dilakukan di beberapa perguruan tinggi.

“Dengan bantuan
ini semoga mutu pendidikan di Indonesia dapat semakin meningkat,” ujar
Joko.

Sementara itu ditempat yang sama, induk perusahaan ADM dan
TAM, Astra International pun juga menunjukkan kepedulian mereka dengan
merilis Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR).

Peluncuran
yayasan yang mengambil nama bos Astra Michael D Ruslim tersebut sekaligus sebagai
peringatan Hari Pendidikan Nasional yang mereka langsungkan di Taman
Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

SHARE