Kenali Tujuh Pemicu Pubertas Dini

0
39

.SAMA seperti kanker payudara,
pubertas awal juga disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor. Menurut
laporan penulis The Falling Age of Puberty Sandra Steingraber, Ph.D.,
berikut beberapa faktor yang bisa memicu pubertas dini.

Obesitas

Obesitas mengganggu sistem endokrin (kelenjar yang mengeluarkan
hormon-hormon untuk mengatur berbagai fungsi tubuh) sehingga anak
perempuan yang montok cenderung mencapai pubertas lebih awal. Di sisi
lain, obesitas juga bisa dipicu oleh pubertas dini. Hal ini, terang
Steingraber, membuat fenomena ini semakin kompleks.

Zat kimia pengganggu sistem
endokrin


Terpapar zat kimia pengganggu endokrin secara teratur juga turut
berperan dalam mempercepat pubertas pada anak perempuan. Zat kimia ini
seringkali berasal dari kosmetik, sampo, produk pembersih, botol bayi
dan mainan anak.

Kelahiran prematur dan berat badan
lahir rendah


Kedua faktor ini, menurut Steingraber, mengubah fungsi endokrin
sehingga meningkatkan risiko pubertas dini. Selain itu, paparan zat
kimia dari ibu hamil secara langsung bisa mengganggu perkembangan anak,
dalam beberapa kasus memicu kelahiran prematur dan berat lahir rendah.

Tekanan psikososial

Tekanan, termasuk ketidakhadiran ayah dalam keluarga dan disfungsi
keluarga, juga mengganggu sistem endokrin, salah satu faktor pemicu
pubertas dini. Akan tetapi, terang Steingraber, mekanisme di belakang
tekanan psikososial ini masih belum jelas.

Susu formula

Menyusui terlihat mencegah pubertas awal dengan dua cara:
menyumbangkan lebih sedikit kalori dibandingkan susu formula dan
menawarkan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan lain yang melindungi
dari pubertas awal. Akan tetapi, papar Steingraber, masih diperlukan
studi lanjutan untuk mengklarifikasi peran menyusui dalam perkembangan
pubertas.

Kurang aktivitas fisik

Postur kurus dan olahraga terlihat mencegah pubertas dini. Karena
itu, terang Steingraber, anak harus diajak berolahraga sejak dini.

Paparan media

Peningkatan waktu di depan televisi atau komputer bisa memicu
obesitas dan kuranynya aktivitas fisik. Kedua faktor ini secara langsung
akan memicu pubertas dini. Steingraber juga menekankan perlunya
penelitian tambahan untuk mencari tahu mekanisme sinyal-sinyal zat kimia
di otak dalam mengganggu proses pubertas. (IK/OL-08)

SHARE