Ayah Juga Alami Depresi Pasca Melahirkan

0
64

.Jakarta, Biasanya wanita yang baru melahirkan akan
merasa depresi karena harus sering terbangun di malam hari. Tetapi
sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria atau ayah juga lebih mungkin
mengalami depresi ketimbang ibu.

Sebuah penelitian menunjukkan
bahwa satu dari sepuluh ayah telah ditemukan menderita depresi sebelum
dan setelah istrinya melahirkan. Bahkan pada saat anak-anaknya sudah
berusia 12 minggu, kemungkinan satu dari empat pria merasa sedih dan
mengalami depresi.

Seperti dilansir dari Dailymail, Rabu
(19/5/2010), peneliti Amerika Serikat mengamati gejala depresi pada
pria ini bukan akibat pengaruh hormon, yang biasanya terjadi pada
wanita. Dan lebih mungkin akibat tekanan sebagai seorang ayah baru.

Hal
ini juga dipengaruhi dari beban biaya yang ditanggung untuk keperluan
menyambut kelahiran si kecil dan memenuhi semua biaya hidupnya. Ini
adalah tanggung jawab yang bertambah dari seorang ayah.

Ahli
kesehatan mental juga berpendapat, hal ini disebabkan karena kebiasaan
baru yang mengharuskan pria bangun di tengah malam di minggu-minggu
awal, juga pekerjaan tambahan lainnya yang menyangkut keperluan bayi.

Penelitian
ini menempatkan keseluruhan tingkat depresi pada ayah baru sebesar 10,4
persen, yaitu dua kali lipat dari perkiraan yang hanya 4,8 persen,
untuk semua pria dalam periode 12 bulan.

Menurut penelitian Timur
Virginia Medical School, sekitar 8 persen terpengaruh dalam 12 minggu
sebelum dan setelah melahirkan.

Tim yang dipimpin oleh Dr James
Paulson, meninjau 43 penelitian yang melibatkan 28.000 orang. Peneliti
ini menemukan orangtua lebih cenderung akan mengalami penurunan atau
depresi jika pasangannya juga mengalami penurunan tersebut.

Diperkirakan
bahwa sekitar satu dari sepuluh wanita mengalami depresi setelah
melahirkan, meskipun ia tidak pernah punya masalah kesehatan mental
sebelumnya. Tanpa perawatan, kondisi ini dapat berlangsung selama
berbulan-bulan.

Meskipun kebanyakan wanita hanya beberapa hari
mengalami ‘baby blues‘ atau depresi singkat pasca melahirkan,
tapi depresi ini juga dapat menyerang sampai enam bulan kemudian.

“Depresi
‘ayah baru’ dapat menjadi serius karena pria memiliki tingkat emosional
yang lebih besar, dan ini dapat berkembang pada perilakunya terhadap
anak-anak,” ujar Dr Paulson.

Hasil studi ini telah dilaporkan
dalam jurnal American Medical Association.

SHARE