Bisakah Bunuh Diri Dicegah?

0
46

.Jakarta, Orang yang berniat bunuh diri seringkali
menyembunyikan pikirannya atau menolak bersosialisasi dengan yang lain.
Sehingga keluarga atau teman-temannya merasa bingung dengan perubahan
perilaku ini dan sulit untuk mencegahnya.

Para ahli telah lama
berharap dan mencari tanda-tanda yang jelas dari perilaku seseorang yang
berisiko melakukan bunuh diri.

Ilmuwan dari Harvard University
melaporkan telah membuat alat yang bisa digunakan secara luas untuk
menyelidiki pikiran bawah sadar orang yang berniat bunuh diri. Hal ini
tentu saja bisa memberikan intervensi tersendiri untuk membuat seseorang
bertahan hidup.

Ilmuwan psikologi Matthew Nock dan Mahzarin
Banaji serta rekan-rekannya dari Harvard dan Massachusetts General
Hospital, memutuskan untuk membuat tes yang disebut dengan Implicit
Association Test
(IAT) yang memberikan tanda-tanda peringatan
terhadap bunuh diri.

“Alat ini untuk melihat apakah orang-orang
yang ingin bunuh diri kemungkinan memiliki implisit yang kuat antara
dirinya dan kematian, sehingga didapatkan hubungan yang mengarah pada
tujuan untuk merusak diri sendiri,” ungkap penulis, seperti dikutip dari
Huffington Post, Rabu (19/5/2010).

Untuk mengetahui hal
ini, peneliti melibatkan 157 orang yang sedang melakukan pengobatan di
ruang gawat darurat psikiatri. Partisipan ini memiliki emosional yang
sedih mendalam, tapi hanya beberapa orang saja yang pernah mencoba untuk
bunuh diri. Alat IAT ini nantinya untuk melihat apakah ada perbedaan
antara orang yang pernah mencoba bunuh diri dengan yang tidak.

IAT
merupakan tes reaksi waktu, yaitu seberapa cepat pasien
mengklasifikasikan kata-kata di layar komputer, seperti mati,
berkembang, meninggal, bertahan hidup, bernapas dan sebagainya.

Berdasarkan
hasil penelitian ini diketahui seseorang yang pernah mencoba bunuh diri
memiliki hubungan bawah sadar yang jauh lebih kuat antara dirinya dan
kematian. Hasil ini telah dilaporkan dalam jurnal Psychological
Science
.

Tetapi penelitian ini belum selesai, Nock dan rekan
terus mengikuti partisipan selama 6 bulan untuk melihat bagaimana
kehidupannya.

Didapati pasien yang memiliki hasil tes yang
berasosiasi kuat dengan kematian mengalami peningkatan 6 kali lipat
dalam upaya bunuh diri. Hubungan alam bawah sadar ini dapat memprediksi
bunuh diri lebih kuat dibandingkan intuisi, karena keinginan ini sudah
ada di dalam otak seseorang.

Terdapat dua macam jenis keinginan
bunuh diri yaitu egoalien yakni keinginan bunuh diri yang terasa aneh
dan kurang pada tempatnya, serta egosintonik yakni keinginan bunuh diri
tersebut memang sesuai dengan dirinya.

Perawatan pada orang yang
memiliki keinginan untuk bunuh diri adalah memberikan perhatian dan
semangat hidup oleh orang-orang disekitarnya seperti keluarga atau teman
dekat.

Keinginan untuk bunuh diri ini bisa dipicu oleh banyak
faktor, seperti depresi berat, tingginya tekanan stres yang harus
dihadapi dalam hidup atau pekerjaan, tak sanggup melawan penyakit kronik
yang sudah berlangsung lama atau memiliki pemikiran bahwa dirinya tidak
berguna lagi untuk hidup.

SHARE