Penyakit-penyakit Akibat Stres

0
32

.Jakarta, Stres bukan hanya masalah psikologis, karena dampaknya juga cukup
besar terhadap kesehatan fisik. Gejalanya mudah dikenali, namun jarang
dilihat sebagai tanda bahwa stres tengah melanda. Setidaknya ada 10
penyakit akibat stres.

Kenyataannya seringkali stres dianggap
tidak perlu diobati, terutama jika akibatnya hanya keluhan-keluhan
ringan seperti migrain dan perut mulas. Orang tetap berharap penyakitnya
akan sembuh setelah stresnya hilang sehingga tidak perlu diobati.

Berikut
ini beberapa keluhan kesehatan yang sering dialami saat stres melanda,
dikutip dari Prevention, Kamis (20/5/2010).

Sakit
kepala serta migrain

Daya tahan tubuh bisa menurun karena
stres lalu memicu migrain menurut Todd Schwedt, MD, direktur pusat sakit
kepala di Washington University. Untuk menghindarinya,
pastikan pola makan dan tidur dalam sepekan selalu terjaga.

Kram
yang sangat sakit

Ketidakseimbangan hormon saat stres bisa
mengakibatkan kram yang sangat menyakitkan, terutama pada wanita. Saat
stres, risiko mengalami kram 2 kali lebih besar karena aktivitas syaraf
simpatis lebih tinggi. Olahraga secara teratur dapat mencegahnya.

Sakit
di sekitar mulut

Rahang terasa nyeri merupakan tanda bahwa
stres tengah melanda. Tanpa disadari, gigi atas dan bawah saling
menggeretak saat stres dan memicu tekanan berlebih di pelipis. Gejala
ini bisa dicegah dengan memasang pelindung di antara kedua gigi saat
tidur malam.

Jarang bermimpi saat tidur
Mimpi
terbentuk secara bertahap, sehingga butuh kondisi tidur nyenyak. Ini
sulit terjadi saat sedang stres, sebab tidurnya menjadi tidak nyenyak.
Jika sering terjaga tengah malam, maka proses terbentuknya mimpi akan
terganggu.

Gusi berdarah
Berbagai penelitian
menunjukkan bahwa stres meningkatkan risiko penyakit periodontal (gigi
dan mulut) pada seseorang. Meningkatnya hormon kortisol saat stres akan
melemahkan sistem imun, dan memudahkan infeksi bakteri ke dalam gusi.

Jerawat
dimana-mana

Profesor dermatologi dari Wake Forest
University
, Gil Yosipovitch, MD mengungkap bahwa stres meningkatkan
risiko inflamasi termasuk di wajah. Untuk mencegah munculnya jerawat,
oleskan pelembab dan lotion yang mengandung asam salisilat saat stres.

Ingin
makan yang manis-manis

Jika wanita menjadi ingin makan
cokelat saat akan menstruasi, ini bukan disebabkan hormon progesteron.
Penelitian di University of Pennsylvania membuktikan, saat
menopause sekalipun wanita tetap mengalami gejala itu. Penelitian
tersebut mengungkap, sesungguhnya penyebab ingin makan yang manis-manis
adalah stres.

Kulit gatal-gatal
Sebuah
penelitian di Jepang mengungkap, orang yang mengalami pruritis (penyakit
kulit yang dicirikan oleh gatal-gatal kronis) 2 kali tebih rentan
mengalami stres. Namun penelitian tersebut juga mengungkap hal yang
sebaliknya, bahwa stres itu sendiri juga bisa mengaktifkan sejumlah
serabut syaraf yang memicu sensasi gatal.

Alergi yang
lebih parah dari biasanya

Menurut sebuah penelitian di Ohio
State University
tahun 2008, pikiran gelisah dan tidak tenang
dapat memperparah kondisi pada penderita alergi. Hormon stres diyakini
memicu produksi imunoglobulin E (IgE), yakni protein dalam darah yang
menyebabkan reaksi alergi.

Mendadak sakit perut
Pada
orang stres, risiko mengalami sakit perut meningkat 3 kali lipat
dibandingkan saat rileks. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi
sebuah teori menyebutkan bahwa jaringan syaraf di otak dan usus saling
terhubung. Ketika syaraf otak bereaksi terhadap stres, syaraf di usus
menangkap sinyal yang sama dan memberikan respon tertentu misalnya rasa
mulas.

SHARE