Makan Taplak Mejanya!

0
44

.Makan di Ethiopia adalah sebuah pengalaman berharga! Apabila anda makan malam di sebuah rumah atau restoran di Ethiopia, anda memakan taplak mejanya!

Satu hingga dua tamu duduk di sebuah sofa rendah yang nyaman dan sebuah mesab, meja kayu berbentuk jam pasir buatan tangan yang dihiasi dengan penutup bulat di atasnya.  Tamu yang lain akan duduk mengelilingi meja di atas bangku setinggi kira-kira delapan inci dan dilapisi dengan bulu monyet.

Seorang wanita tinggi menawan dengan tulang pipi yang berkarakter, berkulit halus, dan mengenakan shama akan membawakan air di tangan kanannya, bejana tembaga di tangan kirinya, dan sebuah handuk di lengan kirinya. Dia akan menuangkan air hangat ke atas jari-jari tangan kanan anda, memegang bejana tersebut untuk menampung air buangannya sementara anda mengeringkan tangan anda di atas handuk yang tergantung di lengannya.

Mesab tersebut akan dibawa keluar ruangan dan kemudian segera dikembalikan dengan tutup bulat di atasnya. Wanita itu akan memindahkan bulatan itu dan di atas meja telah tertutupi dengan sesuatu yang terlihat seperti kain abu-abu melewati ujung-ujung nampan yang besar. Benda abu-abu serupa taplak meja itu adalah injera, roti yang mirip pancake khas Ethiopia. Makanan akan dibawa ke atas meja dalam mangkuk enamel dan dituang di atas ‘taplak’ tersebut. Ketika seluruh bagian injera tertutup dengan segala macam makanan, anda dapat menyobek sebagian kecil darinya dan menggunakannya untuk menyendok makanan anda dengan menggulungnya serupa rokok. Sang tuan rumah mungkin akan menyendokkan gulungan pertamanya ke mulut anda. Awalnya mungkin hal ini akan sedikit sulit tapi ketika anda telah menguasai tekniknya, anda pasti akan menikmatinya.

Makanan di atas injera tersebut biasanya terdiri dari Chicken Wat dan Lamb Wat, dua stew bermerica, Iab-cottage cheese dan yoghurt yang dilengkapi dengan rempah-rempah sehingga terasa sedikit serupa lemon, dan Kitfo-Ground Raw Beef yang merupakan makanan penutup.

Pelayan akan kembali dengan botol berleher panjang yang berisi minuman yang disebut sebagai Tej, wine madu berwarna keemasan, air minum berkarbonasi, atau bir buatan rumah bernama Teela.

Selain itu, tidak ada lagi makanan penutup lainnya selain kopi hitam dalam gelas kecil dengan sedikit gula. Makan malam tersebut ajan ditutup dengan ritual mencuci tangan sekali lagi dan dupa pun mulai dinyalakan.

(dari berbagai sumber)

SHARE