"Monyet Loe!" Teater Boneka Keliling Indonesia

0
93

.
“Monyet Loe!” adalah sebuah pertunjukan teater visual dengan boneka dan topeng. Pertunjukan ini bisa ditonton siapa saja yang berusia 4 tahun ke atas. Pertunjukan ini bercerita tentang pertemanan, penyesalan dan perjuangan untuk diri sendiri dan yang lain. Orangutan digunakan sebagai tokoh karena posisinya di Indonesia yang masih dipertanyakan.

Boneka-boneka dan topeng-topeng dibuat oleh Alleta Smeets dan Ista Bagus Putranto, anggota Teater Lakon. Dalam prosesnya, mereka mencari kombinasi teknik-teknik teater dan aspek-aspek kebudayaan Belanda dan Indonesia. “Monyet Loe!” disutradarai Jan Smeets, Teater Lakon. Acara ini terselenggara berkat kerjasama  Teater Lakon, Teater Garasi, dan Yayasan Umar Kayam, serta dukungan Impulsis, Kedutaan Besar Belanda, Anak Wayang Netherlands, De Beer Foundation, dan Rumah Bambu.

Sinopsis

Di dalam hutan dimana suara burung-burung dan serangga-serangga terasa memabukkan, ada dua anak orangutan yang sedang bermain, yaitu Hanoman dan kakaknya, Subali. Ketika mereka terlalu asyik bermain sehingga tersesat, Hanoman diambil oleh seorang pemburu liar. Dia dibawa ke kafe di pinggir kota dan sebagai hiburan untuk tamu-tamu kafe itu.
Hanoman sangat sedih hidup dalam sangkar, dia hampir tidak dipelihara dan dia dipaksa menari dengan rok merah jambu. Suatu hari dia berkenalan Anton, anak jalanan yang sering berteduh di teras rumah mewah dimana Honaman dipenjara. Anton sadar bahwa mereka bisa saling membantu berjuang untuk hidup dalam lingkungan masyarakat yang keras. Ketika Hanoman berada dalam situasi yang berbahaya, Anton membantu temannya sekali lagi.

Jadwal Tour “Monyet Loe!”
1-2 Juli 2010                   : Teater Ruang-Solo (workshop & performance)
3 Juli 2010                       : Wonogiri (workshop & performance)
5 Juli 2010                       : Wonogiri (workshop)
6 Juli 2010                       : ISI Surakarta (performance)
7 Juli 2010                      : Delanggu-Klaten (workshop & performance)
9 Juli 2010                      : Kalisoro-Tawangmangu: (workshop & performance)
10 Juli 2010                    : Gunung Gendeng-Sukolilo (performance)
11 Juli 2010                    : Pati (workshop & performance)
13-25 Juli 2010              : Aceh (performance & workshop)
28 Juli 2010                    : Pondok Anak Pertiwi, Jakarta (performance)
30 Juli 2010                    : Pondok Anak Pertiwi, Jakarta (workshop)
31 Juli 2010                    : Rumah Anak Asuh Istiqomah, Jakarta (workshop)
1 Agustus 2010              : Erasmus Huis, Jakarta (performance)
2 – 5 Agustus 2010        : Bandung (workshop & performance)
6-7 August 2010            : Jatiwangi Art Factory , Majalengka (performance & workshop)
8-9 August 2010            : Tegal (performance & workshop)
11-12 Agustus 2010     : Sanggar ki Entus, Slawi (performance & workshop)
16-31 Agustus 2010     : Yogyakarta (workshop & performance)
22 Agustus 2010           : Karta Pustaka, Yogyakarta (performance)
26 – 27 August 2010     : LIP Yogyakarta (performance)

Informasi
Reni Karnila Sari
[email protected]
0819 0421 8287

(sumber: “Monyet Loe!”)

SHARE