Seks Aman Saat Hamil

0
43

.Banyak kalangan masayarakat yang masih beranggapan akan bahaya melakukan hubungan seks selama masa kehamilan. Diantara mereka berada pada keraguan, apakah hubungan seks yang dilakukan selama kehamilan tersebut benar-benar berbahaya terhadap kandungan dan janin ataukan tidak.

Hubungan seks atau orgasme tidak membahayakan janin di dalam kandungan anda, hal ini kerana adanya lendir dari serviks (mulut rahim) yang membantu melawan kuman atau infeksi yang akan masuk ke dalam mulut rahim dan sejak awal mula kehamilan Tuhan telah menciptakan suatu sistem perlindungan bagi janin berupa plasenta. Janin dalam kandungan berada dalam ruang rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut yang kuat melindungi janin salama proses kehamilan.

Beberapa dokter kandungan tetap memperbolehkan pasangan suami istri melakukan hubungan seksual selama masa kehamilan berlangsung, dengan catatan kondisi kandungan normal atau tidak ada kelainan.

Namun untuk kondisi kehamilan yang tidak normal atau adanya gejala-gejala aneh yang anda rasakan, seperti rasa ngilu, kontraksi atau pendarahan maka Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda sebelum melakukan hubungan seksual lagi.

Biasanya dokter kandungan akan menyarankan agar Anda tidak melakukan (atau istirahat) hubungan seksual pada kondisi-kondisi kehamilan berikut:

1. Adanya ancaman keguguran atau setidaknya pernah mengalami keguguran.
2. Placenta berada dibawah (plasenta previa)
3. Riwayat kelahiran premature
4. Pendarahan vagina atau keluar cairan yang tidak diketahui penyebabnya.
5. Salah satu pasangan terinfeksi PMS (penyakit menular seksual).

Jika Anda masih ragu-ragu untuk melakukan hubugan seks selama masa kehamilan, jangan merasa malu untuk mekonsultasikan dengan doktor kandungan Anda.

SHARE