Utrecht: Romantisme dan Seni Yang Menyatu

0
48

.Amsterdam, Den Haag atau Rotterdam mungkin adalah nama-nama yang terlintas di benak kita jika berniat mengunjungi Belanda. Namun, jangan lupa untuk mengunjungi Utrecht. Kota yang secara geografis terletak tepat di tengah negeri Belanda ini dijuluki ?the heart of Netherlands?. Sebuah julukan yang tidak hanya menggambarkan posisinya, tetapi juga romantisme kota terbesar ke empat di negara Ratu Beatrix ini.
 
Sebagai jantung Belanda, tak salah jika kota ini menjadi tempat transit dan perpindahan semua jalur transportasi, baik bus maupun kereta api. Stasiun kereta api Utrecht Centraal menjadi salah satu stasiun tersibuk di seluruh Belanda. Hampir semua kereta milik Nederland Spoor , perusahaan kereta api Belanda, melewati stasiun ini. Lalu lalang para penumpang yang terburu-buru keluar dan masuk kereta seraya menyeret koper, sepeda lipat, atau yang hanya sekadar bersantai di beberapa kafe di stasiun ini, mewarnai stasiun setiap harinya.
 
Sebagaimana kota-kota besar lain, Utrecht tidak hanya didominasi warga keturunan Belanda. Lebih kurang 30 persen penduduk kota ini adalah pendatang dengan beragam etnis, mulai dari Turki, Maroko, Suriname, Indonesia dan banyak lagi. Sebuah area bernama Lombok menjadi salah satu pusat berkumpulnya para pendatang. Yang menarik, walaupun kota ini tidak banyak dihuni oleh warga Indonesia, terdapat sejumlah jalan yang sangat ?Indonesia? di sini. di antaranya adalah Lombokstraat, Javastraat, Riaustraat, Balistraat, Palembangstraat, dan Floresstraat.
     
Keberadaan Utrecht University yang merupakan kampus terbesar di Belanda juga menambah warna-warni kota ini. Beragam jenis mahasiswa dari seluruh penjuru Belanda dan bahkan dunia tumpah ruah di Utrecht. Jika dibandingkan dengan kota-kota di Indonesia, Utrecht mungkin bisa disamakan dengan kota pelajar Bandung atau Yogyakarta.
 
Berbagai macam festival seni dan budaya yang diselenggarakan setiap bulannya, berakar dari keragaman tersebut. Festival Budaya Hari Minggu (Culturele Zondagen) yang diadakan setiap bulan pada hari Minggu, adalah salah satu contohnya. Festival ini mengusung tema yang berbeda setiap bulannya, mulai dari kebudayaan Amerika Selatan, Eropa hingga Asia. Berbagai atraksi dimainkan di sepanjang jalan pusat kota (centrum) hingga di beberapa gedung pertunjukan, seperti teater, salsa, parade drum, bazaar, hingga pertunjukan seni khas negara-negara lain.
 
Tak hanya itu, festival musik pun mudah ditemui di kota ini. Mulai dari yang berskala lokal ataupun nasional, seperti festival musik jazz, hingga pertunjukan-pertunjukan musik berskala kecil. Keberadaan konservatorium musik di kampus pun menjadi salah satu tempat yang menarik jika kita ingin menonton pagelaran- pagelaran musik klasik, mulai dari Bach, Beethoven, Mozart, Chopin dan masih banyak lagi.

(sumber: Esquire Indonesia)

SHARE