Manfaat Teh Hijau

0
34

.Tidak heran jika ada pepatah untuk mencari ilmu sampai ke negeri Cina. Pengetahuan Bangsa Cina atas khasiat herbal memang lebih maju ketimbang bangsa lain di dunia ini, mengingat Cina memiliki peradaban sejak berabad-abad lalu. Bangsa Cina telah mengetahui kedahsyatan khasiat teh sejak ribuan tahun lalu. Di Indonesia, teh memiliki berba gai jenis. Berdasarkan cara pemrosesannya, teh dibagi 4 jenis yaitu teh hitam (black tea), teh oolong, teh hijau (green tea) dan teh putih (white tea).

Menurut Erry Alif, pakar teh, sebelum bisa diseduh dan dinikmati sebagai minum an, teh mengalami proses fermentasi yaitu pelayuan dan pengeringan terlebih dahulu. “Namun dari semua jenis teh, yang khasiatnya paling baik adalah white tea yang meng alami proses fermentasi alami. Sayangnya, teh ini sangat jarang ditemui dan kalaupun ada, harganya sangat mahal,” sebutnya. Erry menerangkan bahwa teh putih ini adalah hasil petikan pucuk daun teh (pecco 1, bagian terbaik) yang diambil disetiap rumpun pohon teh. Artinya tiap pohon hanya menghasilkan sepucuk daun teh putih. Teh yang juga mempunyai khasiat hebat adalah green tea.

Green tea alias teh hijau ini lebih mudah didapatkan karena teh ini didapat dari pecco 1, 2, 3 alias petikan. Bangsa Cina bahkan menjadikan teh hijau sebagai obat herbal, mulai dari meredakan sakit kepala hingga meringankan depresi sejak 4000 tahun lalu. Yang menjadikan teh hijau dan teh putih istimewa adalah proses pengeringannya. Kedua jenis teh ini tidak dikeringkan dengan oven, melainkan hanya dilayukan dengan sinar alami matahari. Hal ini mencegah kandungan zat aktif yang berguna didalamnya teroksidasi oleh panas oven.

Riset dan Khasiat Teh Hijau
Di jaman modern ini, riset yang dilakukan di Asia maupun di belahan dunia barat terhadap teh hijau menemukan bahwa kebiasaan minum teh hijau memiliki manfaat baik bagi kesehatan. Di tahun 1994 misalnya, Journal of the National Cancer Institute menerbitkan hasil studi epidemiologi yang mengungkap bahwa kebiasaan minum teh hijau mengurangi risiko terkena kanker pada pria dan wanita Cina hingga 60%. Ada juga riset yang menyatakan bahwa teh hijau mampu menurunkan tingkat kolesterol dan menyeimbangkan rasio kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Tidak heran jika teh hijau ini juga berguna untuk mencegah penyakit-penyakit kardiovaskular seperti jantung, serta menjaga bobot tubuh tetap ideal jika diminum secara rutin.

Rahasia khasiat teh hijau ini sebenarnya terletak pada kandungan catechin polyphenol, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu antioksidan super yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker dan membunuhnya tanpa merusak sel yang sehat. Zat ajaib ini juga mampu melancarkan sumbatan di pembuluh darah ke jantung yang jadi biang kerok serangan jantung mendadak. Sebuah studi di University of Kansas pada tahun 1997 menyebutkan EGCG ini lebih kuat ketimbang resveratrol, antioksidan yang terkandung di anggur. Tidak heran jika penyakit jantung pada pria Jepang terbilang rendah, meskipun 75% dari mereka adalah perokok. Selain EGCG, teh hijau juga mengandung carotenoid yang juga berfungsi sebagai antioksidan, tocopherol (zat kimia yang berfungsi sebagai vitamin E), ascorbic acid (vitamin C) dan mineral seperti chromium, selenium, mangaan dan zinc alias zat besi. Teh hijau yang berkualitas baik ternyata juga bisa mencegah infeksi dan pembusukan gigi.

Green tea ternyata juga bisa mencegah perusakan sel otak, sehingga berdasarka penelitian yang baru-baru ini dilakukan, minuman ini sangat cocok untuk penderita parkinson dan alzheimer. Yang harus diwaspadai, teh hijau mengandung dua zat yaitu theophylline dan theobromine yang fungsinya sama seperti kafein. Theophylline lebih kuat dari kafein, sementara theobromine kadarnya lebih rendah dari kafein. ” Idealnya, mengonsumsi 4-5 cangkir teh hijau per hari masih dalam batas wajar,” ucap Erry.

Teh Hijau di Indonesia
Indonesia boleh dibilang belum terlalu lama mengenal keuntungan minum teh hijau ini. Padahal Indonesia menyimpan potensi penghasil teh hijau terbaik di dunia. Potensi teh hijau untuk kesehatan ini terukur dari kadar katekin (cathecin)nya. Semakin tinggi kadar katekin pada teh, maka semakin besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Hasil penelitian Lembaga Riset Perkebunan Indonesia menyebutkan bahwa kadar katekin teh hijau Indonesia adalah 10,81%-11,60%. Jauh lebih tinggi dari teh Jepang atau Cina yang hanya berkisar 9-10%. Sayangnya kualitas teh hijau Indonesia yang baik ini tidak bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia sendiri. “Teh yang berkualitas baik sudah pasti langsung dikirim untuk ekspor ke negara lain,” ucap Erry Alif dengan nada kecewa.

Meski begitu, Erry cukup senang karena kini budaya minum teh sudah mulai dilakukan masyarakat Indonesia. “Keistimewaan teh, selain sehat juga mempunyai variasi rasa yang berbeda. Teh bisa dikombinasikan dengan flavour apapun, mulai dari buah sampai rempah. Campuran ini pun tidak mengubah khasiatnya,” tambahnya. Yang mengejutkan, teh hijau ternyata tidak melulu berfungsi sebagai minuman. Ampas teh hijau ternyata juga bisa dimakan dengan mencelupkannya pada madu. Ampas teh hijau juga bisa dijadikan lulur, yang berfungsi untuk mengangkat kulit mati.

Nah, setelah mengetahui semua tentang teh hijau, tak ada salahnya jika mulai sekarang, minum teh hijau yang berharga mahal bagi kesehatan Anda!

(sumber: Fitness Indonesia)

SHARE