Mengenal Resiko Oral Seks

0
49

.Variasi hubungan seks dengan menggunakan teknik oral seks jika tidak dilakukan dengan hati-hati, salah salah aktivitas ini justru bisa mendatangkan bencana di kemudian hari. Aktivitas ini aman dilakukan, jika kedua belah pihak dalam kondisi yang sehat.

Walau persentase sukses mediasinya tidak baik darah, saliva (cairan ludah pada mulut) merupakan media yang cukup ideal untuk perkembangan bakteri dan virus. Jika kita sudah bicara bakteri dan virus, berarti kita sudah bicara berbagai kemungkinan penyakit menular seksual yang berpotensi dapat ditimbulkan. Oleh karena itu, kebersihan oral dan kelamin merupakan status penentu dalam aman atau tidaknya aktivitas oral seks.

Sementara darah sendiri merupakan media yang sangat baik untuk tumbuh dan berkembangnya bakteri, virus dan berbagai penyebab penyakit lainnya. Karena itu kontak terhadap darah seseorang, termasuk menelan darah tersebut, akan meningkatkan risiko untuk terjadinya penularan berbagai macam penyakit.

Terlebih jika terdapat luka atau sariawan pada mukosa mulut Anda atau pasangan Anda. Jika tersebut terjadi, maka risiko yang ada tidak hanya berisiko terkena HIV namun anda juga berisiko tertular berbagai penyakit lain yang disebabkan oleh darah. Beberapa jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui darah diantaranya:
    * infeksi HIV
    * hepatitis B
    * hepatitis C
    * Sifilis
    * Dll
Melakukan hubungan seks yang tidak aman, dengan PSK, terlebih berganti-ganti pasangan, tentu saja akan meningkatkan risiko untuk mengalami IMS (infeksi menular seksual), meskipun aktivitas yang dilakukan sebatas melakukan oral sex. Padahal dengan oral sex saja, infeksi herpes simpleks yang berasal dari genital dapat menyebar hingga ke daerah mulut, demikian juga dengan infeksi gonorrea dan lain sebagainya.

Tidak hanya kebersihan dan kesehatan fisik saja yang berperan menentukan sehat atau tidaknya seseorang untuk melakukan oral seks. Tapi juga kesehatan akal sehat dan moral juga masuk dalam pertimbangan. Pasangan yang setia (yang tidak bergonta-ganti pasangan) lebih rendah terkena risiko bahaya penyakit menular seks.

Penularan Penyakit Menular Seks via Oral Seks
Sangat mungkin sekali infeksi penyakit mematikan berawal dari aktivitas oral seks. Pertukaran cairan antar pasangan melalui tertelan ataupun paparan Sebut contoh salah satunya herpes, infeksi herpes dapat diteruskan dari seseorang yang sedang mengalami infeksi aktif, atau dari penderita tanpa gejala apapun. Pada saat sedang dalam keadaan aktif, virus berada di saliva dan sekresi genital dan dapat berada di situ selama sedang terjadi serangan klinis dan beberapa hari atau minggu setelahnya. Penyebaran virus dapat terjadi dengan kontak langsung dengan sekresi yang terinfeksi atau dengan kontak langsung dengan kulit penderita di daerah yang terinfeksi.Kenyataan bahwa penyakit ini sering ditularkan selama kegiatan vaginal, anal ataupun oral seks membuat penyakit herpes sering dikategorikan sebagai sexual transmitted disease.

Pencegahan
Proses screening terhadap penyakit-penyakit tersebut diatas. Dengan dilakukannya deteksi secara dini, anda akan mendapatkan pengobatan sebelum penyakit-penyakit tersebut menimbulkan komplikasi yang lebih buruk terhadap tubuh anda. Infeksi HIV, hepatitis B dan hepatitis C yang berjalan kronik (menahun) cenderung tidak menimbulkan keluhan yang berat sehingga jarang disadari oleh penderitanya. Dengan pemberian pengobatan secara dini, tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut dapat lebih ditekan atau ditunda.

<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=utf-8″><meta name=”ProgId” content=”Word.Document”><meta name=”Generator” content=”Microsoft Word 11″><meta name=”Originator” content=”Microsoft Word 11″><link rel=”File-List” href=”file:///C:\\\\DOCUME~1\\\\DIMASP~1\\\\LOCALS~1\\\\Temp\\\\msohtml1\\\\01\\\\clip_filelist.xml”><!–[if gte mso 9]><xml>

Normal
0


false
false
false







MicrosoftInternetExplorer4

</xml><![endif]–><!–[if gte mso 9]><xml>


</xml><![endif]–><style>
<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:””;
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>
</style><!–[if gte mso 10]>
<style>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<!–[endif]–>

SHARE