Keajaiban Buah

0
18

.
Kalau memang suka, makan buah dan sayur tidak akan jadi masalah. Tapi kalau tidak? Mungkin Anda bukan tidak suka, tapi belum kenal saja. Jadi, sebaiknya kenali dahulu manfaat dari sebagian kecil hasil alam ini.

Sirsak : Pembunuh Sel Kanker
Di Brazil, dikenal dengan sebutan graviola, di Peru guanabana, dan soursop bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Ya, di Indonesia dikenal sebagai buah sirsak yang berkhasiat sebagai antibakteri, antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa bagian dari pohon sirsak, seperti kulit, kayu, akar, daun, daging buah, dan bijinya, selama berabad-abad dijadikan obat oleh suku Indian, Amerika Selatan. Khasiatnya antara lain untuk menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver (hati), dan rematik. Yang paling mencengangkan, hasil tes dari ekstrak (sari) sirsak terbukti secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.

Oleh pakar riset dari Health Sciences Institute, Amerika Serikat, keampuhan ?pohon ajaib? dan buahnya ini kembali dibuktikan, yakni:

1. Dapat menyerang sel kanker tanpa menimbulkan rasa mual, tidak membuat berat badan turun atau rambut rontok, seperti yang terjadi pada pasien yang menjalani terapi kemo.

2. Melindungi sistim kekebalan tubuh, bukan menyerangnya seperti kalau menjalani terapi kemo.

3. Mencegah dari infeksi yang sangat mematikan.

4. Pasien kanker merasa lebih kuat dan lebih sehat selama proses perawatan atau penyembuhan.

5. Energi pengonsumsi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Kenari : Kurangi Resiko Kanker Payudara
Dari pertemuan tahunan ke-100, Asosiasi untuk Riset Kanker Amerika, tahun lalu, diperoleh keterangan bahwa memakan kenari diduga memberi tubuh asam lemak esensial omega 3, antioksidan, dan phytosterol yakni zat yang mampu mengurangi risiko kanker payudara.

Lebih jauh dijelaskan, phytosterol (yang juga disebut plantsterol) merupakan sekelompok alkohol steroid atau phytochemical alamiah yang terdapat pada tanaman. Phytosterol berbentuk bubuk putih dengan aroma khas yang tak menyengat, tidak larut di dalam air namun larut di dalam alkohol. Zat tersebut memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai bahan tambahan inmakanan guna menurunkan kadar kolesterol, serta digunakan pada obat dan kosmetika.

Bersama rekannya, Elaine Hardman, staf profesor di bidang obat pada Marshall University School of Medicine, mengkaji tikus yang secara khusus memiliki 100% ciri-ciri tumor dalam lima bulan terakhir dan diberi makanan yang mereka perkirakan sama dengan perbandingan porsi manusia, yaitu dua ons kenari per hari. Pemeriksaan standar memperlihatkan, kenari secara mencolok dapat menurunkan ciri-ciri tumor payudara, jumlah kelenjar tumor, dan ukuran tumor. Dan tumor pada tikus laboratorium yang mengonsumsi kenari dapat dihambat perkembangannya setidaknya sampai tiga pekan,? kata Hardman.

Pisang : Memberi Energi Bagi Otak
Buah pisang kaya mineral, sepert kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral dalam pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya diserap tubuh. Kandungan vitaminnya juga tinggi seperti provitamin A, yakni betakaroten sejumlah 45 mg per 100 gram berat kering, yang pada apel hanya mengandung 15 mg.

Ada vitamin B juga, seperti tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin) yang berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, dan berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin yang berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak. Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat.

Sangat baik mengonsumsi pisang, terutama di pagi hari supaya Anda menyimpan kandungan energi bagi otak. Selain itu, pisang jugamemiliki serat yang sangat baik untuk pencernaan. Jangan lupa memasukkan pisang dalam menu makanan keluarga Anda.

Kacang -Kacangan : Untuk Pengidap Diabetes
Pengidap diabetes memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal, akibat menurunnya sensitivitas sel-sel tubuh terhadap aktivitas insulin dan kurangnya hormon insulin yang diproduksi pankreas. Asosiasi Diabetes Amerika menganjurkan, pengidap diabetes mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dari whole grain, buahbuahan, sayuran, serta susu rendah lemak. Sebaiknya, 60-70% dari asupan kalorinya berasal dari karbohidrat dan lemak tunggal tidak jenuh (canola oil, minyak zaitun, dan minyak kacang, alpukat, dan kacang-kacangan), dan 15-20% asupan kalori dari protein. Disarankan untuk membatasi asupan kolesterol, yaitu kurang dari 300 miligram dan meminimalkan asupan lemak trans.

Karbohidrat dan protein didapatkan dari kacang-kacangan, seperti kacang polong, buncis, dan kacang panjang yang kaya serat larut dan meningkatkan kadar gula darah secara perlahan. Juga bisa menjadi sumber karbohidrat, protein, dan serat yang baik. Sedangkan asupan gula bisa diperoleh lewat apel, pir, aprikot, cherries, grapefruit (sejenis jeruk besar dengan rasa yang agak pahit), jeruk, buah persik, dan plum. Buah-buahan ini menyediakan serat larut dan melepaskan gula ke aliran darah secara perlahan.

(sumber: Good Housekeeping Indonesia)

SHARE