Film Pendek Indonesia Berjaya Di Amerika

0
45

.Agustus adalah bulan yang lekat bagi bangsa Indonesia. Terutama karena bulan ini, negara kita akan merayakan 65 tahun kemerdekaannya. Namun, jika dulu para pejuang kita berjuang mempertahankan negara dengan bambu runcing, maka masa ini, perjuangan mengharumkan bangsa salah satunya bisa ditempuh melalui jalur film.

Democracy is Yet To Learn, adalah film pendek asli Indonesia, yang disutradarai oleh sutradara muda berusia 21 tahun, Adyatmika. Hebatnya, film pendek ini bahkan mampu mengalahkan dua film pesaingnya yaitu Democracy is You dari Malaysia dan juga Democracy is…struggle of freedom desire dalam ajang Democracy Video Challenge, sebuah kompetisi film pendek yang diselenggarakan oleh kementrian luar negeri Amerika Serikat.

Film berdurasi 2 menit 10 detik ini mungkin saja terlalu singkat untuk menggambarkan arti sebuah demokrasi. Tapi sang sutradara yang juga baru saja menamatkan studinya di Singapura ini mampu membungkusnya dengan sangat padat, sehingga warna demokrasi tergambar jelas di film ini.

Democracy is Yet To Learn atau dalam bahasa Indonesianya Masih Belajar adalah potret sosial tentang makna demokrasi dari kacamata negara berkembang. Sebagai negara yang masih membangun, Indonesia telah merasakan banyak keuntungan sebagai negara yang demokratis, tapi tak jarang banyak rintangan yang menghiasi kehidupan berdemokrasi di Indonesia

Melalui komedi satir, Masih Belajar menawarkan cara yang elegan untuk menghadirkan kehidupan berdemokrasi di Indonesia, di mana kesenjangan sosial, kemiskinan, dan para penguasa yang mengurusi dirinya sendiri masih sering menghiasi kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

Namun, di balik segala permasalahan yang terjadi masih ada secercah harapan bagi generasi berikutnya. Hanya oleh mereka, arti demokrasi bisa dijawab. Karena demokrasi adalah? masih belajar.

Bulan September nanti, atas hasil jerih payahnya, sang sutradarapun mendapatkan undangan dari kementrian luar negeri Amerika Serikat untuk mempresentasikan karyanya di Amerika serta berkunjung ke Washington D.C, New York dan Hollywood. Rencananya, di Washington, sang sutradara akan dijamu khusus oleh mantan ibu negara AS, Hillary Clinton.

SHARE