Ruth Sahanaya : Thankful Moment

0
36

.Syukur adalah kata yang pertama kali terucap dari salah satu diva Indonesia, Ruth Sahanaya saat saya berbicang dengan penyanyi wanita yang sempat melejit lewat lagunya Kaulah Segalanya.

Tidak terasa, perjalanan karir musik wanita ini telah menginjak usia 25 tahun. Usia yang cukup matang untuk menyebutnya penyanyi Indonesia papan atas.

Tak kurang dari 15 album telah dihasilkannya selama perjalanan karirnya. Dan kali ini, Ruth Sahanaya akan berbagi dengan Anda.

(Ghiboo) Apa kabar Mbak Uthe?

(Ruth Sahanaya) Puji Tuhan,baik,cuma agak sedikit batuk nih

(Ghiboo) Boleh cerita tentang album terbaru Mbak Uthe?

(Ruth Sahanaya) Ya,puji syukur kepada Tuhan karena akhirnya sampai hari ini saya masih diberikan kesempatan untuk bisa membuat album. Di album ini saya menyanyikan beberapa lagu, salah satunya ciptaan Cindy Bernadette yang berjudul Thankful. Selain itu saya juga berkolaborasi dengan Andi Rianto untuk lagu andalan di album saya, Rahasia Pengagum. Dalam lagu ini pula saya berduet dengan sahabat saya, Chandra. Untuk album bernuansa band, saya menggandeng salah satu band dari Bandung, The Hope, untuk singgle Cinta Ini Takkan Mati. Sementara hits Tak Bisaku merupakan hasil karya Dani Auvie. Pastinya, album ini merupakan wujud persembahan saya untuk banyak pihak yang mendukung karir saya selama 25 tahun ini. Tanggal 25 November nanti, saya juga akan mengadakan konser tunggal bersama Andi Rianto sebagai wujud syukur saya setelah 25 tahun bermusik.

(Ghiboo) Punya penyanyi favorit yang kerap jadi role model untuk Mbak Uthe?

(Ruth Sahanaya) Pada dasarnya saya menyukai hampir semua penyanyi kulit hitam. Menurut saya, penyanyi kulit hitam tersebut memiliki karakter suara yang sangat kuat, tapi kalau ditanya spesifik saya sempat mengidolakan Whitney Houston.

(Ghiboo) Pendapat Mbak Uthe tentang maraknya kontes penyanyi akhir-akhir ini?

(Ruth Sahanaya) Sedikit prihatin, mungkin. Kalau jaman saya dulu, untuk ikut festival itu luar biasa fightnya, selain itu penjurian juga dilakukan lebih objektif oleh orang-orang yang memang capable menjadi juri. Tapi kalau sekarang sepertinya kemenangan lebih banyak ditentukan oleh banyaknya SMS sehingga akhirnya jalan menjadi seorang penyanyipun terasa sangat instan.

(Ghiboo) Boleh cerita pengalaman mbak Uthe selama pernah mengikuti festival atau kontes musik?

(Ruth Sahanaya) Ada. Saya dulu pertama kali ikut festival itu sejak kelas 6 SD, lho. Trus kemudian, karena mungkin banyak teman yang juga mendukung saya, beberapa dari antara mereka bahkan sempat urunan untuk mendaftarkan saya ikut festival, sampai kemudian saya berkesempatan untuk ikut festival di luar negeri di Finlandia serta Holland Song Festival. Di situ saya merasa memiliki tanggungjawab besar untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional.

(Ghiboo) Baik Mbak Uthe, sukses untuk konser 25 tahunnya ya.

(Ruth Sahanaya) Sama-sama Ghiboo.

Special thanks to:
Ruth Sahanaya, Jeffry Waworuntu & Dony Ch D Keizer

SHARE