5 Sebab Kebiasaan Buruk Sulit Hilang

0
98

.Pernah mengalami kesulitan melawan kebiasaan buruk? Entah berapa kali Anda berniat untuk mengubah diri, menghapus kebiasaan buruk, namun terhenti di tengah jalan begitu saja. Entah itu dari kebiasaan merokok, boros belanja, hingga ngemil dan malas berolahraga. Niat yang tidak dibarengi usaha yang tepat akan menyulitkan tercapainya tujuan. Apa saja sih yang dapat menghambat usaha Anda? Dan bagaimana mengatasinya?

Kesalahan 1 : Berubah Untuk Orang Lain
Seringkali demi cinta dan sayang terhadap seseorang Anda rela berubah. Namun tanpa motivasi diri yang kuat upaya untuk berubah akan sulit dilakukan. “Tendensi untuk ‘melayani’ atau ‘menyenangkan’ orang lain dapat membuat Anda lelah dan stres,” ujar Reza Gunawan pakar self healing. Akibatnya kecenderungan untuk berhenti di tengah jalan dapat terjadi.

Motivasi diri yang rendah tak hanya membuat perubahan tidak berlangsung lama, bahkan seringkali kembali ke titik nol karena diri sendiri tidak merasakan keuntungan dari perubahan tersebut. “Tunda sejenak upaya untuk menyenangkan orang lain, lihat dalam diri sendiri,” saran Reza. Lakukan sebaliknya, Anda dapat melibatkan orang tercinta sebagai faktor pendorong motivasi sementara motivasi utama tetap berasal dari dalam diri demi kebaikan diri sendiri. Misalnya melakukan sesuatu demi kesehatan atau meningkatkan kepercayaan diri.

Kesalahan 2 : Bercermin di Kesalahan Orang Lain
Keberhasilan yang diraih seseorang dalam waktu singkat belum tentu dapat terjadi sama persis terhadap Anda. Setiap orang memiliki pengalaman uniknya sendiri. Termasuk berada di lingkungan dengan tekanan dan hambatan yang berbeda. Tidak berhasil berhenti merokok total dalam tiga bulan seperti sahabat Anda, bukan berarti Anda gagal dan menganggap diri tak akan pernah bisa lepas dari rokok selamanya. Menyerah dan kembali ke kebiasaan buruk hanya akan semakin menyulitkan Anda melepaskan diri.

Proses yang lamban, namun menunjukkan kemajuan, lebih baik dari proses instan yang berhasil hanya untuk sementara. Jangan khawatir, selama proses berlangsung, sebenarnya Anda sedang menanam kebiasaan baru secara perlahan tanpa disadari. Semakin dalam proses berlangsung, semakin dalam kebiasaan baru tersebut tertanam di benak Anda. Sedikit demi sedikit, kebiasaan lama pun hilang. Nikmati proses dengan cara Anda sendiri, jangan terpaku dengan role model Anda.

Kesalahan 3 : Tidak Memberi Reward
Tengok yang Anda lakukan pada si kecil saat berhasil meraih prestasi. Apa yang ia terima? Hadiah kecil dari Anda berupa mainan baru, es krim, atau jalan-jalan ke mal, kan? Hasilnya, ia tertarik meningkatkan prestasinya lagi dan lagi. Hanya karena Anda telah dewasa, bukan berarti Anda tidak pantas mendapat hadiah untuk perilaku positif yang Anda upayakan.

Beri hadiah kecil untuk diri sendiri saat berhasil meraih kemajuan. Hadiah menjadikan proses berat untuk menghilangkan kebiasaan buruk menjadi lebih menyenangkan. Ada bonus lain yang memacu Anda untuk keras berusaha. Misalnya saat Anda berhasil mengurangi konsumsi junkfood selama sebulan, Anda berhak mendapatkan sepatu atau tas baru. Akan tetapi jangan sampai hadiah ini menjadi kebiasaan buruk yang baru, hingga Anda tergantung padanya.

“Kurangi reward perlahan ketika proses semakin berjalan menuju terbentuknya kebiasaan baru yang baik,” saran Inawaty Teddy, seorang family speaker. Anda dapat mengurangi reward dari segi nilai harga maupun frekuensinya dari waktu ke waktu. Seiring hilangnya reward, hilang pula kebiasaan buruk Anda.

Kesalahan 4 : Menghabiskan Waktu Dengan Cara Yang Sama
Menghapus kebiasaan buruk tidak hanya menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan, tetapi juga menuntut perubahan perilaku yang mendorong kebiasaan itu terjadi.

Jika Anda ingin mengerem perilaku boros, mau tidak mau Anda harus mengurangi hobi jalan-jalan ke mal. Pun demikian halnya jika Anda berniat berhenti mengemil. Akan sulit dilakukan jika Anda tetap melewatkan waktu dengan menonton televisi berjam-jam, pergi ke bioskop, atau berkumpul bersama rekan dan berbincang hingga lupa waktu. Hindari aktivitas yang mengundang kembalinya kebiasaan yang ingin Anda hilangkan. Menonton film dan berkumpul bersama teman memicu Anda mengudap kembali. Sebaliknya perbanyaklah aktivitas yang tidak mengundang kebiasaan buruk terpelihara, misalnya pergi ke salon atau berolahraga bersama. Upaya penghindaran ini penting di minggu-minggu pertama program perbaikan Anda.

Kesalahan 5 : Tidak Ada Pengganti
Menghentikan kebiasaan buruk, artinya menghapus salah satu bagian dari pola hidup Anda. Jika Anda memotong begitu saja kebiasaan tersebut, ada kekosongan yang terjadi dalam keseharian Anda. Seakan-akan ada puzzle yang hilang dalam kehidupan Anda. Akibatnya timbul ketidaknyamanan yang jika tidak diatasi akan mendorong Anda untuk kembali ke kebiasaan lama.

Mungkin saja ada sedikit manfaat di balik kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan. Maka, yang harus Anda lakukan adalah meninggalkan kebiasaan buruk tanpa menghilangkan manfaat yang Anda peroleh darinya. Upayakan Anda tetap memperoleh manfaat tersebut dari kebiasaan baru yang lebih baik. Misalnya saja alih-alih meneruskan kebiasaan minum kopi yang membantu Anda tetap segar hingga larut untuk lembur, Anda dapat menggantinya dengan mengonsumsi multivitamin atau minuman madu jahe yang membantu menjaga stamina tubuh dengan cara yang lebih menyehatkan.

(sumber : Goodhousekeeping Indonesia)

SHARE