BlueZero Mercedes-Benz

0
19

.Kemajuan teknologi baterai sebagai penyimpanan daya, juga menyokong berkembangnya mobil listrik. Beragam keunggulan, seperti torsi puncak yang bisa diperoleh ketika kita menekan pedal akselerator, mesin listrik yang kompak dan senyap, serta emisi gas buang nol (zero emission), tentunya siap untuk menarik perhatian. Sayangnya, mobil listrik masih memiliki kekurangan dalam hal jarak jelajah. Namun, kekurangan ini masih bisa diantisipasi dengan aplikasi teknologi fuel cell.

Fuel cell beroperasi seperti baterai. Tapi, tidak seperti baterai, fuel cell tidak membutuhkan pengisian ulang (recharge). Dia menghasilkan energi listrik dan panas, sepanjang ada bahan bakar yang tersedia, dalam konteks ini memakai hydrogen sebagai bahan bakarnya. Kombinasi ini menghasilkan daya jelajah yang tinggi. Satu lagi adalah mesin hybrid. Hybrid adalah gabungan dua mesin, yakni mesin bensin dan listrik (tentang hybrid, telah banyak diulas di majalah ini).

Telah banyak manufaktur merilis mobil dengan tiga teknologi berbeda tersebut. Sayangnya, ketiga terobosan ?hijau? itu hanya bisa dibangun dalam satu platform saja. Ini menyebabkan biaya pengembangannya menjadi mahal. Inilah yang disikapi oleh Mercedes-Benz dengan mengeluarkan konsep yang dinamakan BlueZERO.

BlueZERO adalah konsep mobil kompak yang memiliki panjang 4,22 m, lebar 1,89 m, dan tinggi 1,59 m. Platform mobil ini cukup cerdas, karena bisa dikembangkan dari platform sandwich Mercedes yang mereka pakai untuk A-class dan B-class. Platform ini mampu dijejali tiga pilihan mesin ramah lingkungan, yakni mesin listrik, fuel cell, dan hybrid. Platform berlapis ini membuat Mercedes mampu menyimpan baterai di bawah lantai mobil, penggerak listrik di antara sumbu roda depan, dan tangki hydrogen di bagian belakang. Karena kecerdasan platform inilah, pabrikan yang bermarkas di Stuttgart (Jerman) ini mampu menghasilkan tiga kendaraan dengan tiga sumber penggerak berbeda, dari satu platform yang sama.

BlueZERO E-CELL
Mobil ini murni bermesin listrik. Sumber tenaganya adalah baterai lithium-ion berkapasitas 35 kilowatt hours (kWh). Baterai berpendingin cairan bertegangan tinggi ini beroperasi dalam tegangan 240-426 V. Dengan menggunakan baterai ini, BlueZero E-cell mampu menjelajah 397 km. BlueZERO E-CELL juga mampu berakselerasi 0-100 kpj dalam 11 detik (setara dengan hasil road test kami pada Nissan X-Trail 2.0L Manual) dan berlari hingga 149 kpj. Jika baterainya habis, Anda cukup mengisi ulang selama tiga hingga empat jam.

BlueZERO F-CELL
Mengadposi generasi terbaru fuell cell, dengan tenaga puncak 121 hp, dan mampu distartser pada suhu minus 25 derajat Celcius. BlueZERO F-CELL diperuntukkan bagi perjalanan jauh dengan emisi nol. Saat dijalan raya, berdasarkan laporan NEDC (New Eruopean Driving Cycle) konsumsi mobil ini setara dengan 34,1 kpl dengan jarak jelajah hingga 397 km.
 
Dalam versi fuell cell ini, motor listrik, baterai tegangan tinggi dan tangki hidrogen tersimpan di bawah jok penumpang belakang. Sistem ini juga memungkinkan mobil melakukan pemilihan energi yang hemat. Contohnya, saat parkir atau manuver rendah, motor listrik hanya mengambil tenaga dari baterai. Saat berakselerasi, energi dihasilkan oleh fuell cell dan baterai. Ketika pengereman, motor listrik menjadi generator dan mengisi ulang baterai.

BlueZERO E-CELL PLUS
Untuk model ini, para insinyur Mercy menggabungkan motor listrik dan motor bakar sekaligus. Memakai mesin berkonfigurasi 3-silinder, turbocharger, bertenaga 67 hp yang diambil dari Smart Fortwo, mobil ini memiliki jarak jelajah hingga 592 km. Dalam BlueZERO E-CELL PLUS Mercedes melakukan perubahan radikal; menempatkan mesin di belakang, persinya dekat poros roda belakang. Konsumsi BBMnya tercatat 21,7 kpl dan kadar CO2  32 gram per kilometer.

Ketiga mobil ini juga dirancang dengan aerodinamika tinggi, dan nilai fashion yang wah. Hal ini terlihat dari body yang melancip, serta velg 20-inci berbalut ban berhambatan rendah. Desain ini lantas disempurnakan melalui pemakaian kaca panoramic, berbahan plexiglass, bahan ini 20% lebih ringan, dan lebih terang dari kaca biasa. Tujuannya, selain memberikan nuansa cerah di kabin, juga memperbanyak masuknya sinar surya untuk keperluan charger gadget sollar cell seperti MP-3, dan charger ponsel. Rencananya, BlueZERO fuel cell akan mulai produksi skala kecil di tahun 2009, disusul setahun berikutnya bagi BlueZERO bertenaga listrik.

Bayu Arya

SHARE