Rock Climbing, Kuatkan Fisik dan Nyali

0
45

.Tidak banyak orang yang menggeluti olahraga yang satu ini. Membutuhkan fisik yang kuat, skenario yang tepat serta nyali yang besar!

Belum diketahui pasti siapa yang memulai memanjat bebatuan tebing pertama kali di dunia. Sejarah mencatat banyak sekali kemungkinan siapa yang pertama kali memulai kegiatan ini.

Dalam artikelnya, John Middendorf, seorang pemanjat tebing senior dari AS, menulis bahwa sejarah awal panjat tebing menggunakan alat dimulai pada tahun 1492. Ketika itu di Perancis, Raja Charles VIII memerintahkan Kapten Montelimar Dompjulian de Beaupr? untuk menaklukkan sebuah gunung batu setinggi 304,8 m yang belum terjamah di Vercors Alps, dekat

Grenoble. Middendorf juga menjelaskan bagaimana gambaran Dompjulian terhadap medan yang dihadapinya. Dompjulian menggambarkan jalan masuk yang dilaluinya, “Sangat menakutkan dan mengerikan”, jelasnya.

Bukan itu saja, bahkan di Cina ditemukan sebuah lukisan cat air yang menggambarkan seorang pria sedang memanjat batu. Lukisan ini diperkirakan berasal dari kebudayaan 400 tahun SM. Selain itu, dalam kebudayaan kuno bangsa Anasazi yang berkembang di barat daya benua Amerika pada tahun 1400, masyarakatnya membuat lubang di tebing batu untuk dijadikan pos penjagaan dan juga membuat tangga di tebing curam di daerah Chaco Canyon.

Panjat tebing sendiri merupakan bagian dari mountaineering atau Alpinism (sebutan di Eropa) – olahraga mendaki gunung. Awalnya, panjat tebing adalah media bagi para pendaki gunung untuk mempersiapkan diri dan fisik mereka sebelum melakukan sebuah ekspedisi pendakian gunung. Mereka memanjat tebing guna meningkatkan keterampilan memanjat.

Lagi-lagi tidak diketahui secara pasti kapan tepatnya rock climbing atau panjat tebing ini menjadi satu olahraga ekstrim yang berdiri sendiri lepas dari olahraga mendaki gunung.Tapi banyak tulisan yang menjelaskan bahwa panjat tebing sudah banyak dilakukan pada kwartal terakhir dari abad ke-19 atau tepatnya mulai tahun 1920, terutama di Eropa.

(sumber : MensFitness Indonesia)

SHARE