Avatar : The Game

0
55

.Game yang diambil dari nama besar sebuah film seringkali mengecewakan. Tetapi dengan menyandang nama besar James Cameron, sang pembesut Terminator dan Aliens, kami mencoba menahan diri dari sikap sinis kami terhadap game Avatar ini.

“Ini pertama kalinya saya terlibat dalam sebuah proyek game sejak awal pembuatan filmnya,” jelas Cameron. “Ini bukan sekadar film, ini bukan sekadar game, tapi merupakan suatu pengalaman,” tambahnya. Kami sedikit ragu. Memang betul, ia peraih 11 piala Oscar, namun apakah berarti ia mampu menghasilkan sebuah game yang layak mendapat penghargaan?

Game ini mengambil sudut overthe-shoulder, third-person shooter, seperti pada game Gears Of War. Storyline-nya berkembang, bukan dituturkan kembali dan bervariasi secara drastis tergantung dari apakah Anda memilih berperan sebagai makhluk Na’vi atau prajurit manusia. Perbedaan besarnya di antara kedua pihak itu adalah, prajurit RDA memiliki senjata api sementara penduduk Pandora atau Na’vi bertarung dengan senjata sederhana dan taktik perang gerilya.

Secara visual game ini menakjubkan. Aset digital dari film aslinya disumbangkan ke game ini secara penuh, yang artinya kita bermain di landscape hutan yang juga ada dalam film, lengkap dengan tumbuh-tumbuhan berwarna menyala dan makhluk-makhluk anehnya. Dan kalau Anda menggunakan TV stereoscopic dengan beberapa specs tertentu, ada option untuk memainkan game ini dalam bentuk 3D yang bisa membuat kita pusing. Hal ini merupakan eksperimen menarik dan menjadi suatu pengalaman yang lebih mengesankan ? misalnya dahan-dahan pohon terasa bagai menyentuh kepala begitu kita melangkah maju.

Akan tetapi meski memiliki teknologi yang dahsyat (CGI yang fotorealistis dan motion-capture), permainannya sendiri termasuk biasa-biasa saja, terdiri dari ide-ide pinjaman dan daur ulang, ditutupi dengan balutan special-effect canggih. Permainannya, kalau Anda seorang prajurit RDA, Anda bergerak dari titik A ke B sambil menembak atau kalau Anda orang Na’vi maka Anda akan mengendapendap dari satu titik ke titik lainnya dengan bersenjatajan tongkat. Untuk sebuah game dengan waktu pembuatan 15 tahun, rasanya ini terlalu sederhana.

Namun bisa kami katakan bahwa game ini cukup pantas alias lumayan sebagai pelengkap perilisan film dahsyatnya itu.

(sumber : FHM Indonesia)

SHARE