Bioshock 2

0
31

.Sungguh tantangan berat: bagaimana meningkatkan kualitas game yang memenangi penghargaan ’50 Game Of The Year’ di tahun 2007 lalu. Bioshock menimbulkan kehebohan karena mengkombinasikan desain yang menakjubkan, permainan yang intense dan penuh kandungan filosofis dengan setting dunia bawah laut. Jadi akan sulit membuat game lanjutannya. Bagaikan meminta studio film membuat sekuel Blade Runner.

Dalam Bioshock, dikisahkan seorang bilyuner edan bernama Andrew Ryan membangun sebuah kota bawah laut pada tahun 1960 dengan nama Rapture dan mengundang berbagai jenius untuk membangun peradaban di sana. Kekacauan timbul setelah para ilmuwan membuat percobaan modifikasi genetik yang disebut proses splicing, yang menimbulkan kegilaan pada manusia dan mereka berubah menjadi makhluk Splicer. Kota bawah laut itupun kiamat.

Nah, Bioshock 2 menceritakan kejadian 10 tahun kemudian. Kekosongan kekuasaan di Rapture diambil alih oleh seorang wanita komunis bernama Sofia Lamb. Begitu Anda mengenakan pakaian selam yang membuat Anda sedikit kurang lincah bergerak, Lamb akan mulai mengintimidasi dengan mengatakan, “Jadi kamu mau mengambil ‘lifeblood’ dari kota kami? Kalau Rapture berbicara kepadamu, yang dikatakannya hanyalah tidur saja, nasibmu segera berakhir.” Sungguh membuat bergidik.

Lifeblood yang dimaksud adalah ADAM, material genetik untuk memproduksi plasmid (kekuatan supranatural). ADAM diekstrak dari mayat Splicer oleh kaum Little Sister yang seram penampilannya. Kalau Anda mencuri ADAM terlalu banyak, Lamb akan memerintahkan Big Sister membunuh Anda.

Meng-hack persenjataan (senapan mesin otomatis) atau vending machine penyedia power-up dalam game ini telah disederhanakan caranya. Tinggal menyetop penunjuk yang bergerak dua kali berurutan. Kita juga bisa meretas di tengah-tengah pertempuran, sehingga kita tidak ketinggalan action-nya. Kita juga bisa menyerang Splicer dengan plasmid, lalu tembakan senapan paku kita atau hunjamkan tombak, atau bor muka mereka sampai berlubang. Kesadisan game ini cukup mengasyikkan. Fans akan menilai bahwa sebagus-bagusnya game ini, dia tetap tidak mampu menyaingi kehebatan game originalnya. FHM baru memainkannya di level-level awal, sehingga kami belum bisa mengatakan seperti itu.

(sumber:FHM Indonesia)

SHARE