Mitsubishi ASX Outlander Sport

0
46

.Usai IIMS 2010, kami mencoba mobil yang di negara asalnya bernama Mitsubishi RVR ini. Yang kami uji saat ini merupakan Mitsubishi ASX dengan spesifikasi Timur Tengah yang dibekali mesin MIVEC 2,0 liter berbahan bakar bensin, berpadu dengan transmisi otomatis 6-speed CVT dan sistem penggerak empat roda (4WD).

Dari desainnya, ASX memang tampak menggabungkan desain sport saloon Mitsubishi Lancer dengan SUV Mitsubishi Outlander yang agresif. Ya, memang secara teknis ketiganya pun berbagi platform yang sama. ASX memiliki jarak sumbu roda yang sama dengan Outlander, namun dengan panjang total yang dipangkas 25 mm, serta ketinggian yang lebih rendah 65 mm.

Posisi mengemudi yang tepat bisa mudah didapat berkat pengaturan tempat duduk dan kemudi yang luas. Tekan tombol ‘start-stop’ di dashboard, dan mesin menyala tenang dalam kondisi idle. Injak pedal gas dan ASX mulai bergerak agresif menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tenaga puncak yang dihasilkan dari mesin 2,0 liternya mencapai 150 hp pada 6.000 rpm dan torsi maksimalnya 197 Nm pada 4.200 rpm. Mobil ini berlari cukup tenang pada kecepatan sedikit di atas100 kpj, dengan sedikit kebisingan jalan yang menembus masuk kabin.

Saat bermanuver cepat, sistem penggerak empat rodanya membuat mobil ini lebih kokoh menjejak aspal, tanpa terasa gejala oversteer atau understeer yang berlebihan. Sistem penggerak ini pula yang rasanya cukup membantu pengendalian, mengingat mobil ini pada dasarnya memiliki suspensi yang cukup lembut. Menghadapi permukaan jalan bergelombang, suspensi ‘McPherson strut’ di depan dan ‘multi-link’ di belakang mampu meredam guncangan dengan mantap dan menjaga kestabilan mobil. Kemudinya yang ringan cukup informatif meneruskan kondisi jalan, namun putarannya terasa terlalu ringan di kecepatan tinggi.

Transmisi otomatis 6-speed berteknologi CVT memberikan kesenangan mengemudi saat dioperasikan secara manual via ‘paddle shift’ di balik setir. Perpindahan gear-nya terasa lembut dan sigap, baik saat menaikkan maupun menurunkan gear untuk melalukan ‘engine brake’.

Saat mencoba duduk di bangku penumpang belakang, keleluasaan didapatkan berkat ruang kaki dan kepala yang lega. Penggunaan platform Oultander tampaknya sangat berpengaruh di sini. Sayangnya, posisi duduk di belakang terasa terlalu tegak. Hal ini berpotensi melelahkan saat melakukan perjalanan jauh, apalagi tak ada pengaturan sandaran, meski sisi postifnya hal ini menjadikan ruang bagasi terasa lapang. Faktanya, kapasitas bagasi belakang ASX mencapai 442 liter, dan terdongkrak hingga 1.193 liter saat bangku belakang dilipat.

Di Tanah Air, KTB berencana memasarkan ASX dengan nama Outlander Sport, seperti yang mereka lakukan di Amerika Utara. Selain itu, KTB juga berharap dapat menjual SUV crossover ini dengan benderol di bawah Rp 300 juta. Sebuah rencana yang tampaknya sangat mungkin terlaksana meski tampaknya harus mengorbankan sistem penggerak empat roda dan beberapa fitur mewah lainnya.

Keunggulan
– Pengendalian berkat 4WD
– Kabin yang lapang
– Fitur mewah

Kekurangan
– Bangku belakang terlalu tegak
– Putaran kemudi ringan

Data & Fakta
Harga                na
Mesin                4-silinder segaris, 1.998 cc
Tenaga             150 hp @ 6.000 rpm
Torsi                 197 Nm @ 4.200 rpm
Transmisi           Otomatis, 6-speed, CVT
0 ? 100 kpj        na
Konsumsi BBM    na

(sumber :Autocar Indonesia)

SHARE