The Breaking Point

0
65

.Anda sudah rajin olahraga?? Jangan senang dulu, doyan lari pagi, tapi kurang asupan gizi, ternyata bisa membahayakan tulang tubuh. T emukan fakta terbaru bahwa wanita muda dan sehat, kini semakin banyak terancam osteoporosis. Baca artikel ini sebelum menyesal!

Selama ini Anda merasa telah menjaga kesehatan dengan baik: misalnya, rutin memakai tabir surya pelindung kulit dan Anda memakai susu rendah lemak untuk ngopi. Begitu pula dalam hal olahraga, teman-teman menjuluki Anda: si atlet! Tetapi Anda pasti kaget jika kami mengatakan: Anda masih punya risiko besar terkena osteoporosis!

“Selama berpraktek, saya sering menemui perempuan muda sekitar 20-30 tahunan dan merasa sudah menjalani gaya hidup sehat tetapi ternyata terkena osteoporosis,” ujar Elizabeth Shane M.D., professor medicine and endocrinology dan juga pene liti osteoporosis dari Columbia University Medical Center, New York. “Mereka berusaha meraih bentuk tubuh ideal dengan cara berolah raga terlalu keras dan membatasi asupan nutrisi dengan ketat. Ketahuilah, gaya hidup semacam ini mempercepat tubuh kehilang an massa tulang.” FITNESS buddies, inilah fakta mengerikan yang wajib Anda tahu!

Penelitian di University of Arkansas menunjukkan fakta yang menakutkan: 15% mahasiswi di Amerika Serikat kehilangan cukup banyak massa tulang yang mening katkan risiko terkena osteoporosis; sedangkan 2% dipastikan mengidap osteoporosis. Bahkan anak-anak juga mulai terancam: anak perempuan 56% lebih berisiko patah tulang lengan dibanding 30 tahun lalu. Penyebabnya adalah kurangnya asupan kalsium pada anak-anak zaman sekarang.

Intinya, wanita bertubuh kurus cenderung lebih mudah kehilangan kepadatan tulang pada usia muda. Karena berdasarkan penelitian di atas, kebanyakan wanita osteoporosis bertubuh ramping. “Jangankan orang awam. Para ahli kesehatan pun menganggap osteoporosis adalah penyakit lansia,” cetus Susan Brown Ph.D, direktur orga nisasi nonlaba Foundation for Better Bones di East Syracuse, New York. “Banyak dokter menganggap tak perlu memeriksa kekuatan tulang saat ada perempuan muda mengalami patah tulang. Padahal, kemungkinan osteoporosis selalu ada”. Bahkan menurut Susan, di Amerika, lembaga konsultan untuk Departemen Kesehatan AS, The US Preventive Services Task Force hanya merekomendasikan cek kekuatan tulang dengan sinar X pada perempuan berusia 65 tahun ke atas.

Sekarang saatnya dunia menghapus anggapan bahwa osteoporosis adalah penyakit nenek-nenek, termasuk Anda. Dengar saja kesaksian Marcia Cronin, perempuan kuat berusia 30 tahun yang giat berolahraga. Marcia mengalami patah tulang engkel saat berolahraga pada 2001, dan menemukan fakta yang mengejutkan.

“Dokter bedah ortopedi amat sangat terkejut de ngan parahnya cedera yang saya alami. Berulang-ulang dia bertanya ‘benarkah ini disebabkan hanya karena terkena anak tangga?’ Setelah dilakukan checkup, barulah kami tahu bahwa saya telah lama menderita ostopenia (rendahnya massa tulang, yang merupakan tahap awal osteoporosis),” jelas Marcia. Setelah menjalani pemeriksaan, akhirnya diketahui bahwa kandungan Vitamin D yang pen ting bagi pembentukan tulang di tubuh Marcia sangat rendah. Dokter berpendapat, kondisi ini terjadi karena tubuh Marcia yang kurus dan bawaan genetik.

Maka, jangan biarkan nasib Marcia ini terjadi juga pada Anda. “Lakukan pemeriksaan sejak dini. Karena meski pertumbuhan tulang berakhir saat Anda berusia 30 tahun, Anda masih bisa memerangi osteoporosis dengan mempertahankan kondisi tulang saat ini,” saran Robert Recker M.D, Direktur Osteoporosis Research Center di Omaha.

(Sumber: Fitness Indonesia)

SHARE