Loyalitas 150 Tahun TAG Heuer

0
69

.Jeanne Calment, wanita asal Perancis yang lahir pada 1875 bisa jadi salah satu manusia berusia terpanjang dalam sejarah. Ia berusia 122 tahun 164 hari ketika wafat pada 1997 silam. Konon, ketika berusia 12-13 tahun, ia sempat bertemu dengan Vincent van Gogh.

Berbicara tentang ulang tahun dan usia memang tak bisa lepas dari rekam jejak kehidupan seseorang. Demikian pula dengan sebuah brand. Merayakan ulangtahun yang ke-150, tahun ini TAG Heuer berupaya melanggengkan nama besarnya dengan menerbitkan buku TAG Heuer 150 Years.

Buku ini berisi sejarah perjalanan hidup TAG Heuer sejak tahun 1860 hingga sekarang. Tak banyak orang yang tahu bahwa brand yang tenar berkat teknologi chronograph dan koleksi jam tangan sporty nan mewah ini awalnya diproduksi di sebuah workshop kecil di pegunungan Jura, Swiss.

Figur publik dari berbagai latar belakang seperti Steve McQueen dan Ayrton Sena, Lewis Hamilton dan Tiger Woods, hingga Maria Sharapova dan Leonardo DiCaprio pun akan setuju, berbekal tradisi yang kuat dan inovasi tiada henti, TAG Heuer mampu bertahan selama hampir dua abad. Jika tidak, tentu mereka akan berpikir dua kali untuk menjadi brand ambassador dari brand mewah itu.

Buku setebal 216 halaman ini berada di bawah bendera Assouline penerbitan yang kerap menerbitkan buku-buku desain, seni, fashion, dan fotografi secara eksklusif dan hanya tersedia dalam edisi terbatas.

Selain bahasa Inggris, buku ini juga memiliki sisipan 20 halaman yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa, antara lain Prancis, Jepang, Cina, Jerman, Spanyol, Italia, dan Rusia. Beratnya nyaris mencapai 5 kilogram. Maklum, sang penerbit memilih kertas Perigord 200 gram untuk konten, yang kemudian berselimutkan hardcover eksklusif berwarna hitam.

Berwisata ke masa lampau melalui buku ini sambil menyeruput teh sore di akhir pekan, terdengar menyenangkan. Melalui buku ini pula, TAG Heuer mengajak kita untuk mengukir sejarah kita masing-masing.

Yang memisahkan seseorang dengan mimpi-mimpinya adalah keinginan kuat, dan setiap perbuatan besar selalu dimulai dengan tindakan-tindakan kecil. Sejarah bisa saja terlupakan, tapi setiap orang punya kesempatan yang sama dalam mencetak sejarah hidupnya. Seperti pernyataan yang pernah terlontar dari mulut sang perintis, Edouard Heuer, ‘History begins every morning’

(sumber: Esquire Indonesia)

SHARE