Gateball, Belajar Bekerjasama sambil Bermain

0
37

.Anak yang bertumbuh menjadi arogan dan egois tentu bukan impian orang tua. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan sang anak dalam suatu komunitas. Anak terlalu sering dan menjadi nyaman bermain dan meluangkan waktu sendirian tanpa harus repot berkomunikasi dan bertoleransi dengan orang lain.

Coba sekali-sekali sembunyikan play station favorit si buah hati. Ajak dia bermain gateball bersama anggota keluarga lain. Menurut atlit dan pengamat Gateball, Suryanto, permainan ini aman untuk anak karena tidak ada kontak badan langsung, bagus untuk kesehatan fisik anak karena dilakukan di tempat terbuka, serta dapat melatih cara komunikasi dan berpikir strategi si kecil.

Diilhami dari permainan bola kayu croquet dan menyerupai golf, gateball muncul pertama kali di Jepang, diciptakan oleh Eiji Suzuki. Tiap tim terdiri dari lima pemain. Kedua tim berusaha mendapatkan 25 poin terlebih dahulu untuk menjadi pemenang. Tidak hanya itu, untuk bisa unggul, sebuah tim harus harmonis, kompak untuk menyusun taktik dan strategi. Setiap pemain harus membantu kawannya menghambat tim lawan dengan menyentuh bola lawan dan menggulirkannya ke arah yang menguntungkan untuk tim sendiri.

“Pemain harus menanggalkan ego masing-masing, saling membantu, dan merundingkan cara menghambat lawan,” jelas Suryanto. Nah, mengapa harus repot mengeluarkan banyak emosi dan kata-kata yang belum tentu akan didengar anak, bila permainan yang murah dan menyehatkan ini dapat “mendidik” kedewasaan anak dengan lebih efisien?

(sumber: Good Housekeeping)

SHARE