Fakta Gula: Usir Si Getir Dengan Manis

0
64

.Pernahkah terbersit di benak Anda, satu sendok makan gula ternyata dapat menyehatkan tubuh seperti saat Anda berolahtubuh?

Rasanya tak mungkin bukan?

Tunggu dulu… Cermati fakta teranyar tentang gula yang pasti membuat Anda tersenyum manis dan tak lagi anti-gula.

FAKTA GETIR
Gula tak bikin tubuh melar. Menikmati chocolate chips, tiramisu, atau sepotong kue tak langsung membuat paha Anda bengkak kok. Menurut Tara Gidus R,D, juru bicara American Dietetic Association (ADA), gula tidak serta-merta diubah tubuh menjadi lemak.

Fakta yang benar, kenaikan bobot tubuh disebabkan oleh terlalu banyak asupan kalori. Tak masalah kalori tersebut berasal dari gula atau wortel. Akan tetapi pernahkah Anda mendengar seseorang overdosis wortel? Pasti tidak pernah!

Semua jenis panganan manis cenderung berkalori tinggi dan tanpa sadar paling sering kita konsumsi berlebih. Selain rasanya enak, biasanya makanan dengan kandungan gula tinggi sangat menggugah selera. Itulah letak permasalahannya. Asupan gula tinggi ke dalam tubuh menyebabkan gula darah melonjak tinggi secara tiba-tiba lalu diikuti penurunan drastis tak lama kemudian. Hal ini membuat Anda terserang rasa lapar dan perut terasa kosong.

FAKTA MANIS : Agar bobot tetap ramping, Anda tak perlu menyiksa diri dengan menvonis gula buruk. Dan mengembargo diri dari sepotong kue bolu coklat. Cukup batasi asupan gula maksimal 10% dari total jumlah kebutuhan kalori per hari.

Contoh: jika kebutuhan kalori per hari Anda 1800 kalori, artinya 180 kalori berasal dari gula atau sama dengan sekitar 11 sendok teh gula per hari.

FAKTA GETIR
Pemanis tak bisa dipukul rata. Sebenarnya tubuh Anda bereaksi terhadap jenis pemanis dengan cara yang sangat beragam. “Laktosa atau jenis gula yang terkandung dalam susu dipecah dan diolah dalam tubuh lebih lama dari fruktosa atau gula yang terdapat pada buah-buahan,” ujar Marisa Moore, R.D., yang juga juru bicara ADA.

Memang benar sebagian pakar berpendapat high fructose corn syrup (HFCS) bisa mendongkrak nafsu makan Anda. Pemanis ini mudah terserap ke aliran darah Anda dan tidak memberikan perasaan kenyang. Akibatnya, tanpa sadar Anda mengasup dalam jumlah banyak.

Tak heran, HFCS sering dihubungkan sebagai penyebab obesitas. Akan tetapi American Medical Association baru mengeluarkan laporan yang menyatakan HFCS tidak memberikan kontribusi lebih banyak terhadap obesitas, dibandingkan dengan gula putih biasa.

FAKTA MANIS : Tanamkan di otak bahwa pemanis tak hanya gula dan memiliki beragam jenis dan nama seperti molasses (sirup), evaporated cane juice, fruit juice concentrate, gula jagung dan madu. Agar tak kebablasan mengonsumsi si legit ini, mulai sekarang mari kita berhitung agar Anda tahu pasti jumlah gula yang diasup.

Selain itu, gula yang tersembunyi dalam produk makanan olahan juga jangan luput dari perhatian Anda. Misal: 4 gram gula setara dengan satu sendok teh gula. Jadi, jika sereal yang Anda makan mengandung gula sebanyak 16 gram per saji, maka saat sarapan Anda sudah mengasup empat sendok teh gula hari ini.

FAKTA GETIR
Tenaga ekstra saat olah tubuh Ohio State University melaporkan, penelitian pada sejumlah pendayung wanita yang mengonsumsi dextrose (gula yang terdapat pada sirup dan agar-agar) mampu meningkatkan kemampuan mendayung mereka sepertiga lebih banyak dari mereka yang mengonsumsi ribose (gula yang terdapat dalam suplemen). Mengapa demikian?

“Ternyata dextrose mudah dicerna dan hasil pencernaan tersebut bisa langsung dipergunakan oleh otot sebagai sumber energi,” ujar FITNESS US advisory board member Leslie J, Bonci, R.D., yang sekaligus menjabat sebagai director of sport nutrition di Pittsburgh University Medical Centre.

FAKTA MANIS : Makan kudapan sehat yang mengandung dextrose, seperti roti gandum utuh yang dioles selai kacang dan madu, sebelum olah tubuh. Hal ini mampu membuat Anda bergerak lebih jauh dan cepat.

FAKTA GETIR
Merusak kulit mulus Anda. Mengudap camilan manis tak terkontrol ternyata bisa bikin kulit keriput. Sebab makanan manis memicu peradangan kronis dalam tubuh dan berakibat proses penuaan yang cepat.

“Gula di dalam tubuh merusak kolagen yang merupakan sumber protein kompleks di dalam kulit. Fungsi kolagen adalah menjaga kekenyalan dan kehalusan kulit. Rusaknya lapisan kolagen menimbulkan kerut di wajah dan jadi terlihat kendur,” jelas Nicholas Perricone, M.D., penulis buku The Perricone Promise : Look Younger, Live Longer in Three Easy Steps.

Peradangan akibat gula dalam tubuh menyebabkan munculnya radikal bebas yang juga merusak elastin, protein kompleks yang juga pelindung kulit kita.

(Sumber: Fitness Indonesia)

SHARE