Dying Fetus Membakar Jakarta

0
44

.Bila anda sempat lewat daerah Bulungan, Sabtu, 18 September 2010 kemarin, dipastikan anda akan menemukan ratusan bahkan ribuan anak muda dengan dandanan serba hitam dan metal. Sore itu serangkaian band pembuka memang sedang beraksi untuk menyambut sang bintang utama, Dying Fetus, band Metal asal Amerika yang hadir di Indonesia, khusus dalam rangkaian tour Southeast Asia Tour September 2010.

Ada 6 band pembuka yang tampil sore itu, antara lain Noxa, Infinite Misery, Revenge, Tears of Joy, Prosatanica, dan juga Dead Squad. Setelah pemanasan yang maksimal, crowds langsung kegirangan saat 3 personil Dying Fetus muncul di atas panggung sekitar pukul 7 malam.

Lahir pada tahun 1991, di kota Annaplis, Maryland, band beraliran Death Metal ini sempat kehilangan beberapa personil, sebelum akhirnya kini beranggotakan John Galagher di gitar dan vokal, Mike Kimball di gitar dan Sean Beasley di bass serta Trey Williams di drum. Melalui gaya bernyanyi growl dan scream, mereka menyerukan protes protes sosial tentang kebijaksanaaan politik Amerika. salah satunya mengenai invasi Amerika ke Irak. Rangkaian tour ini merupakan kelanjutan dari keluarnya album mereka yang ke 7 pada 6 Maret 2010 yang lalu, yang bertitel War of Attrition, setelah sebelumnya sempat absen selama hampir 7 tahun.

Harga tiket yang bersahabat, yakni 100ribu rupiah menyebabkan penonton membludak, ditambah lagi kerinduan para metalhead akan konser metal, setelah sepinya event selama bulan puasa. Jakarta menjadi kota ketiga sekaligus terakhir untuk Indonesia. Sebelumnya Dyting Fetus juga sukses menggelar konsernya di Bali dan Solo. Meskipun crowd sangat padat malam itu, dan hampir tak ada ruang gerak yang memadai, namun konser berjalan lancar dan  berakhir pukul 20.30 dengan wajah wajah berpeluh yang puas malam itu.

(dari berbagai sumber)

SHARE