Berkreasi bersama Seniman New York

0
57

.Sekelompok seniman, lebih tepatnya, para desainer muda asuhan profesor Joyce Hwang dari sebuah universitas di Buffalo, menciptakan sebuah karya seni tiga dimensi berbentuk kelelawar.

Hwang menjelaskan, bahwa karya seni ini ditujukan agar menjadi sebuah menara berbentuk kelelawar dan akan diletakkan di Griffis Sculpture Park, New York. Meski dibenci manusia, kelelawar sebenarnya dapat mengontrol hama pestisida. Serangga seperti nyamuk akan sangat takut dengan kelelawar. Tidak hanya itu, makhluk penghisap darah ini juga dapat berjasa dalam penyerbukan bunga.

Untuk itu, Hwang bersama para desainer muda lainnya, mendesain sebuah struktur menara sebagai tempat khusus bagi para kelelawar untuk berkumpul dan ‘melatih’ kemampuan mereka dalam melawan pestisida.

Tempat tinggal baru bagi para kelelawar ini dibangun hingga 12 lantai. Didesain dengan banyak celah kecil, yang terbuat dari kayu plywood dan kayu berdimensi. Masalah kontruksi, semua diserahkan pada murid-murid Hwang.

Panel-panel – yang terbuat dari kayu hitam – diletakkan di atas atap. Panel-panel tersebut akan menjadi panas saat terkena sinar matahari. Hal inilah, yang akan membuat membuat bangunan menjadi hangat dan menjadi tempat yang cukup gelap bagi para kelelawar untuk tinggal.

Para desainer tersebut akan menaburkan aroma tumbuhan, seperti chives dan oregano, sehingga kelelawar akan dengan senang hati berdatangan.

Menara Kelelawar hasil karya desainer New York ini akan diresmikan pada 2 Oktober mendatang. Apa kabar desainer Indonesia?

(*Dari berbagai sumber)

SHARE