Memperlakukan Si Kecil secara Dewasa

0
30

.Untuk mendapatkan kepercayaan dari sang buah hati dan membangun hubungan baik dengan darah daging Anda sendiri tidaklah mudah. Cara didik orangtua memiliki peran yang besar dalam pembentukan karakter sang anak. Ghiboo akan membeberkan rahasia kiat-kiat ‘menciptakan’ si kecil, yang dewasa dalam bersikap dan semakin mencintai Anda.

Sikap yang tegas sekaligus adil dibutuhkan agar anak dapat mempercayai Anda. Bila Anda melarang anak untuk minum es, Anda harus tetap mengatakan ‘tidak’ tiap kali dia merengek minta dibelikan es krim atau sekedar minum air mineral yang dingin. Sekali tidak tetap tidak. No matter what. Anda harus konsisten dalam berkata-kata.

Di sisi lain, jangan sekali-kali Anda mengingkari janji terhadap anak. Tahu, kan, bagaimana sikap seorang anak, bila sudah dijanjikan sesuatu? Dia pasti akan terus menagihnya dan bila tidak mendapatkan hal yang sudah dijanjikan kepadanya, bisa saja dia mulai memiliki rasa benci di dalam hati kecilnya dan ‘belajar’ untuk tidak lagi mempercayai kata-kata Anda. Jangan pernah menjanjikan akan membelikan mainan, namun tidak pernah menepati janji tersebut, hanya agar si kecil berhenti menangis ingin pulang, karena lelah. Sebaliknya, katakan kepada si buah hati “Adik, nanti mama belikan mainan untuk Adik setelah mama selesai berbelanja. Tapi, kalau Adik masih menanngis dan rewel selama mama masih memilih barang, kita tidak jadi beli mainan untuk Adik, ya.” Bila setelah berbelanja, Anda ternyata tidak bisa membelikannya mainan, karena, mungkin tiba-tiba ibu Anda di rumah terkena serangan jantung, Anda harus menjelaskan alasan tersebut dengan jelas kepada anak dan bersamanya mencari alternatif lain. Ingat, Anda hanya boleh mengingkari janji, bila keadaan memang sangat tidak memungkinkan dan Anda harus mengikutsertakan sang anak saat mencari dan memutuskan alternatif lain dalam hal menepati janji, yang telah diucapkan sebelumnya.

Banyak orangtua, yang merasa, bahwa mereka tidak pernah didengarkan oleh anak mereka. Sebaliknya, pernahkah Anda benar-benar mendengarkan perkataan sang buah hati? Dengarkanlah si kecil saat dia berbicara dan berusahalah untuk mengerti motivasi dan alasan dia mengungkapkan hal tersebut. Jangan pernah memotong pembicaraan sebelum dia selesai berkata-kata. Mereka punya hak untuk berekspresi, sama seperti Anda, orang dewasa. Tidak dapat dipungkiri, bahwa seringkali anak mengajukan permintaan, yang tidak logis dan inilah, yang pada umumnya membuat Anda langsung berkata ‘tidak’, jauh sebelum kalimat si anak selesai diucapkan. Ada hal, yang sering terlupakan bagi para orangtua, sesaat setelah menolak permintaan anak mentah-mentah, yakni membuat si kecil mengerti dan benar-benar paham, bahwa hal yang dia ajukan sangat tidak masuk akal dan tidak akan mungkin terjadi. Mendengarkan menjadi kunci Anda untuk membangun kepecayaan dan rasa percaya diri. Hal ini akan membantu anak untuk lebih terbuka kepada Anda.

Selain kedua hal di atas, masih ada lagi yang perlu Anda ingat, yakni pentingnya menahan diri agar tidak terlalu memaksakan sesuatu kepada darah daging Anda. Boleh-boleh saja Anda menawarkan kursus piano, berenang, dan masih banyak kursus lainnya kepada anak. Jelaskan kepadanya, mengapa hal itu penting untuk dilakukan. Namun, bukan berarti Anda lantas menekan si kecil untuk mengikuti padatnya aktivitas dan mencapai standar tinggi suatu keberhasilan, yang anda cita-citakan untuknya. Ingat, dia masih anak-anak. Jangan membuatnya stres. Pelan-pelan saja. Lakukan per tahap untuk mencapai tujuan.

Saat mengikuti kursus tertentu, Anda menyadari dan melihat, bahwa, ternyata anak Anda benar-benar berbakat dalam bidang tersebut, sebut saja, melukis. Kebetulan, Anda juga seorang pelukis. Gatalkah tangan Anda, ingin segera merebut kuas dari tangan si kecil dan menggambarkan kucing berkaki empat untuknya, karena yang anak Anda gambarkan adalah kucing berkaki satu? Stop! Jangan pernah mendikte anak. Biarkan dia berkreasi. Berikan dia kepercayaan dan kebebasan. Toh, tidak ada yang salah dengan imajinasi seseorang, yang tertuang dalam lukisan. Tunggu saja dia selesai melukis. Puji hasil karyanya. Ingatkan, bahwa kucing pada kenyataannya berkaki empat, namun dia tidak salah bila melukiskannya berkaki satu. Semakin Anda mempercayai dia, dia pun tidak akan ragu untuk meletakkan kepercayaannya kepada Anda.

Semakin bertambahnya umur anak, semakin ia menjadi mengesalkan dan banyak tingkah. Daripada memarahi dan berteriak kepadanya, lebih baik Anda melakukan pendekatan dengan memulai perbincangan secara dewasa. Meski masih kecil, anak bisa, kok, dididik agar bertanggungjawab, dilatih untuk dapat mendengarkan kata-kata orang lain, dan berlapang dada menerima, bahwa ia salah. Ego tentu tidak boleh diikutsertakan dalam sesi tersebut. Ingat! Kritikan harus ditujukan pada tingkah lakunya yang nakal, bukan pada dirinya sebagai seorang individu. Berusahalah untuk saling mengerti satu sama lain. Dan hasilkan kesimpulan bersama, yang harus dibuktikan secara nyata dalam suatu aksi. Kesimpulan, agar anak selalu mengerjakan pekerjaan rumahnya (PR), misal, anda harus langsung mematikan TV dan menagih keputusan bersama, yang telah disepakati. Mintalah si kecil menepati kesepakatan tersebut dan segera mengerjakan PR-nya.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE