Saatnya Menggunakan Pispot!

0
62

.Anak ngompol tengah malam saat tidur merupakan hal yang wajar. Satu hal yang harus Anda ketahui, bahwa menginjak umur tiga hingga lima tahun, si kecil sudah bisa diajarkan tentang menahan buang air kecil untuk menghindari pipis di celana.

Mulai ajarkan penggunaan pispot untuk keperluan buang air pada anak. Namun, Anda tidak bisa memaksakan hal ini. Pada umumnya, orangtua berpikir, bahwa ketika anak mereka berusia 18 hingga 24 bulan, mereka sudah layak memakai pispot. Sayang, kenyataannya tidak seperti itu. Tidak ada waktu yang benar-benar tepat mengenai hal ini. Bila si buah hati merasa belum siap menjajal pengalaman barunya tersebut, Anda tidak boleh memaksanya. Tunggu saja. Ada saatnya mereka tidak akan mau lagi pergi ke sekolah menggunakan popok. Saat seperti inilah, yang paling tepat untuk mengenalkannya penggunaan pispot.

Anak akan menunjukkan gejala-gejala, bahwa ia sudah mampu untuk mengontrol kandung kemihnya. Dia akan menyadari dan mengetahui, bila popok yang mereka kenakan sudah penuh dan kotor ‘terisi’. “Ma, aku pipis!” hal itu juga merupakan pertanda dia sudah mulai menguasai kandung kemihnya, karena dia memberitahu Anda, bahwa dia sedang pipis, walaupun masih mengenakan popok. Hal ini berkembang lebih lanjut dengan tahap si anak mengetahui dan merasa kapan dia akan buang air kecil. Jarak waktu antara merasa dan saat buang air kecil setidaknya mencapai satu jam.

Belilah pispot untuk anak-anak dan letakkan di tempat yang dapat terlihat oleh si buah hati. Pastikan ia mulai mengetahui fungsi dan kegunaan benda tersebut. Lebih bagus lagi, bila anak Anda yang terkecil melihat langsung kakaknya sedang buang air kecil di pispot tersebut. Si kecil akan lebih menangkap pengetahuan itu, bila ia menyaksikannya secara langsung, watch and learn. Atau mungkin Anda sedang di toilet, ajaklah dia. Jelaskan padanya, apa yang sedang Anda lakukan.

Saat si kecil sudah merasa ingin pipis, arahkan dia agar menggunakan pispot untuk buang air kecil. Mungkin prosesnya akan sangat berantakan. Air seninya akan berceceran membasahi dan mengotori lantai, bukannya pispot. Tidak apa. Jangan terlihat kecewa, apalagi marah, agar ia tidak merasa takut dan tidak akan berani mencoba lagi di lain kesempatan.

Sedikit pujian dari Anda berhak didapatkan sang anak, bila ia sudah berhasil buang air kecil di pispot, tanpa melakukan satu pun kesalahan. Pujian yang diberikan tidak perlu berlebihan, misal dengan memberikan permen. Tidak perlu. Biarkan ia tahu, bahwa berhasil melakukan hal tersebut akan membuat orangtuanya senang dan bangga, namun juga merupakan hal yang wajar. Next, si kecil pasti sudah cukup senang, kok, hanya dengan buang air kecil di tempatnya dengan benar, tanpa embel-embel hadiah apa pun.

Proses melatih anak buang air kecil di pispot akan lebih cepat berhasil, bila anak sudah berada pada fase terakhir pada saat Anda mulai mengajarinya. Sebaliknya, lamanya proses pelatihan akan berlarut-larut, bila Anda terlalu dini dalam mengenalkannya. Saat ia sudah dewasa nanti, akan tiba gilirannya mengajarkan Anda, yang sudah pikun, agar bisa menahan pipis dan untuk buang air di pispot. Adil, bukan?

(*Dari berbagai sumber)

SHARE