Brazilian Capoeira de Basica

0
28

.Loncat-loncat! Berputar-putar! Muntah! Oh, bukan… Penari capoeira tidak akan muntah setelah melakukan gerakan-gerakan lincah, layaknya topeng monyet tersebut. Keindahan dan kekuatan fisik, serta kelincahan menjadi kunci utama, jika Anda ingin terlihat keren meliuk-liuk ala capoeira.
 
Olahraga yang diciptakan sekitar 400 hingga 500 tahun lalu oleh para budak Brazil ini kini mampu memukau banyak orang ‘berstrata’ tinggi. Tapi jangan menyepelekan capoeira. Kenyataannya, walaupun ‘dibawa’ oleh para budak, tingkat keahlian yang tinggi dibutuhkan untuk melakukan gerakan dasar, menendang, menghindar, menjatuhkan lawan, dan memukul. Jangan banyak bicara, bila gerakan-gerakan dasarnya saja Anda tidak tahu.

Gerakan-gerakan dasar pada capoeira menjadi pondasi dalam memainkan olahraga yang diiringi musik menjadi tarian ini. Hal ini dibutuhkan untuk melakukan gerakan-gerakan manuver.

Ginga (jing-ga) merupakan gerakan paling awal dan paling penting dalam capoeira. Tanpa adanya ginga, Anda tidak akan pernah diakui sebagai pelaku capoeira. Secara harafiah, arti kata ‘ginga‘ berarti berayun. Ini juga yang terjadi pada Anda saat mempraktekkannya. Anda harus mengayunkan tubuh dari kiri ke kanan, dan sebaliknya, berulang-ulang mengikuti irama musik. Ginga menjadi landasan sebelum menyerang atau pada saat bertahan. Hal ini akan menjadi tolak ukur kecepatan gerakan-gerakan Anda selanjutnya.

Merasa sudah cukup berlatih ginga, Anda bisa mulai belajar au (ah-ooh). Memiliki arti sebagai roda kereta, gerakan ini pun merefleksikan roda kereta yang sedang berputar. Angkat tangan ke atas, lurus. Buka tangan dan kaki selebar bahu, kemudian condongkan badan ke samping hingga tangan menyentuh tanah. Ayunkan dan dorong tubuh lebih kuat hingga kaki terlempar ke atas, Anda pun akan segera ‘berputar’, layaknya roda kereta. Untuk melakukan manuver, Anda bisa memilih gerakan ini, sekaligus untuk mempersiapkan tubuh melakukan aksi selanjutnya.

Berjongkoklah menggunakan tumit dengan kaki yang lain terlentang lurus ke depan, bila Anda merasa kelelahan setelah ‘disiksa’ au. Bukan! Mentang-mentang jongkok, bukan berarti negativa (ne-ga-tiva) menjadi fase istirahat dalam capoeira. Negativa justru menjadi masa peralihan ke dalam gerakan yang dilakukan landai di atas tanah, seperti queda de rins dan tezora.

Pada umumnya negativa akan langsung diikuti oleh role (ho-le). Seperti namanya, Anda akan berputar dari bawah dan berdiri. Role adalah gerakan stretching seperti pada saat Anda merasakan pegal pada pinggang dan punggung. Badan diputar ke samping dengan posisi kaki masih menghadap ke depan. Sambil berputar, tangan menyentuh tanah. Pada moment inilah, sebelah kaki menyilang ke kaki yang lain, sehingga Anda akan membungkuk dan membelakangi lawan. Beberapa detik kemudian, tangan mendorong tubuh ke atas, sehingga Anda kembali berdiri berhadapan lagi dengan lawan.

Untuk menghindari lawan, Anda harus menguasai dulu ponte (pon-che). Ponche menjadi awal gerakan-gerakan menghindar dengan memposisikan tubuh menjadi sebuah jembatan. Telapak kaki dan tangan menyentuh tanah sambil mengangkat tubuh ke atas. Ingat, wajah dan perut harus menghadap dan berada di atas, bukan seperti tengkurap menghadap tanah. Kayang. Seperti itulah ponte.

Queda de rins (cada je hins) dapat digunakan untuk menghindari serangan dari lawan. Gerakan ini secara harafiah berarti menjatuhkan diri pada ginjal. Mungkin Anda lebih mengenal istilah handstand pada gerakan tari breakdance? Ya, seperti itulah queda de rins. Berporos pada telapak tangan di bawah, Anda dapat menghindari sekaligus ‘menggoda’ lawan dengan mengayun-ayunkan kaki, layaknya mengayuh di dalam air.

Gerakan dasar terkahir, yang perlu Anda pelajari adalah macaco (ma-ca-co). Macaco adalah gerakan monyet dengan melakukan salto ke belakang. Gerakan ini menjadi peralihan untuk melakukan gerakan-gerakan lain, seperti menyerang, dan menghindar atau bertahan.

Selamat berlatih! Awas, keseleo

(*Dari berbagai sumber)

SHARE