Mencintai Anak Tiri

0
36

.Menikah menjadi impian mayoritas masyarakat Indonesia yang berbudaya ketimuran. Merencanakan sebuah keluarga kecil bahagia bersama pasangan menjadi topik menarik menjelang detik-detik pernikahan. Berapa anak yang akan dimiliki, akan diarahkan menjadi apa anak-anak Anda nanti, akan tinggal di mana, dan masih banyak lagi pembicaraan memasuki gerbang kehidupan baru bersama seseorang.

Itu yang terjadi apabila Anda menikah dengan status masih lajang dan belum pernah menikah. Anda dan calon suami atau istri merasa sangat bersemangat merencanakan masa depan. Selain para lajang, hak untuk menikah juga diberikan kepada janda dan duda, seperti Anda, misalnya. Bercerai dengan seseorang di masa lalu, bukan berarti akhir dari kehidupan Anda. Tidak ada yang berhak melarang Anda untuk merasakan kembali kehidupan berumahtangga utuh bersama orang baru.

Permasalahannya hanya satu, bagaimana bila salah satu dari Anda, atau bahkan Anda berdua masing-masing telah memiliki Anak? Belum tentu si kecil menyetujui pernikahan Anda. Lantas bagaimana menyatukan kedua keluarga ini? Sabar. Tidak perlu terburu-buru ingin menjadi orangtua tiri yang baik untuk anak dari kekasih Anda. Pelan-pelan saja, jangan dipaksakan. Tentu Anda ingin si anak merasakan kasih sayang sesungguhnya dan bukan kepura-puraan dari Anda, bukan?

Jangan pernah memberikan mainan atau hadiah lain kepada anak tiri Anda dengan tujuan mengambil hatinya. Ingat, yang dia butuhkan adalah kasih sayang tulus dari seseorang yang lebih dewasa dan akan menjadi panutan baginya. Bersikaplah adil dengan anak biologis dan anak tiri Anda. Saat sudah berada di dalam satu keluarga baru yang sama, maka terapkan aturan keluarga yang baru pula. Jaga konsistensi dalam menegakkan aturan di rumah. Bila Anda merasa sudah pilih kasih terhadap anak tiri Anda, minta maaf adalah jalan terbaik. Lakukan pendekatan dari hati ke hati dengannya, bukan dengan memberikan hadiah.

Selain aturan, ciptakan pula kegiatan-kegiatan keluarga bersama yang baru. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan berinteraksi secara nyata dengan sang anak. Jalani saja apa adanya, jangan pernah berpikir untuk merebut hatinya, agar dia merasa aman. Terlihat, kok, mana sikap yang dibuat-buat dan mana yang tidak.

Mantan suami atau istri dari pasangan yang baru bisa menjadi salah satu hambatan kedekatan Anda dengan keluarga Anda yang baru. Hal ini disebabkan dari si anak sendiri, yang kemungkinan masih menginginkan kedua orangtuanya rujuk kembali, walaupun mereka sudah bertahun-tahun berpisah. Meski begitu, Anda tidak boleh menjelekkan ibu atau ayah kandung anak tersebut. Bahkan, bila situasi berubah sangat menguntungkan dengan anak itu tersebut yang mendatangi Anda dan menceritakan kekesalannya tentang ibu atau ayah mereka. Bukannya menambahkan penilaian negatif tentangnya, Anda justru harus membujuk anak agar semakin mencintainya. Bagaimanapun, ia tetap orangtua biologis anak tiri Anda. Cepat atau lambat anak akan menghormati dan menerima Anda menjadi anggota keluarga, bila Anda terus memberikan nila-nilai positif di dalam kehidupannya yang baru.

Jangan pernah lelah meluangkan waktu bersama anak-anak Anda dan menyelami karakter dan kepribadian mereka masing-masing. Memutuskan untuk menikah lagi memang harus dipikirkan masak-masak. Apakah Anda sudah cukup mengenal pasangan dan anaknya, khususnya? Sudah cukupkah masa transisi yang Anda dan pasangan berikan kepadanya untuk beradaptasi menjajal keluarga baru tanpa memojokkannya?

Apapun masalahnya, bila keadaan memburuk, ingat saja pepatah ‘banyak anak, banyak rezeki’.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE