Repotnya Menghadapi Pertikaian di Antara Anak

0
32

.Mengatasi keegoisan satu anak sudah cukup membuat stres, bagaimana bila ada lebih dari satu anak di rumah yang selalu ingin didahulukan? Rumah tidak akan pernah sepi dari tangisan dan teriakan anak-anak Anda, akibat pertengkaran yang bermula dari rasa cemburu dan iri masing-masing anak kepada saudaranya.

Seringkali terungkap seorang anak sulung merasa tidak nyaman lagi berada di rumah, karena mama papanya selalu memuji adiknya, yang baru lahir hampir setiap menit. Kejadian ini membuatnya merasa tersingkirkan dari tengah-tengah keluarga. Dirinya tidak lagi menjadi pusat perhatian. Anda sebagai orangtua tidak lagi bertanya kepada anak sulung Anda, apa yang ingin dia makan? Sepulang kantor, pertanyaan yang Anda lontarkan kepadanya pun berganti, “Kak, adik sudah disuapin si mbak belum tadi?”

Hal yang sama terjadi pada anak Anda yang terkecil. Dia merasa, bahwa Anda selalu mengarahkannya menjadi dan mencontoh kakaknya, sedangkan, mungkin dia mempunyai pemikiran sendiri, yang dirasa lebih nyaman untuknya. Misal, saat hendak berwisata sekeluarga, si kakak langsung mengenakan celana panjang. Berbeda dengan kakaknya, anak Anda yang terkecil memilih celana pendek untuk dipakainya. Hal ini membuat Anda menegurnya, “Adik, tuh, lihat kakak pakai celana panjang supaya enggak sakit. Nanti dingin, lho, kalau pakai celana pendek.”

Pertengkaran antar saudara banyak pemicunya. Hal-hal yang telah disebutkan di atas sering Anda lakukan bukan untuk menimbulkan keributan dalam keluarga, melainkan  untuk kebaikan anak-anak Anda sendiri. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah menghindari aksi ‘membandingkan’ secara tidak langsung antara anak Anda yang satu dengan yang lain. Bila pada kasus memakai baju, Anda ingin anak memakai baju yang lebih tertutup agar badannya hangat, maka tidak perlu memintanya melakukannya, seperti yang telah dilakukan saudaranya. Ini akan membuat dia merasa diremehkan dan dibanding-bandingkan. Cukup katakan, bahwa lebih baik ia mengenakan baju lengan panjang atau celana panjang agar tidak sakit.

Anda perlu mengajarkan kepada anak-anak sejak dini untuk selalu terbuka mengutarakan perasaan dan pikiran mereka pada Anda selaku orangtua. Bila mereka mulai merasa tidak diperhatikan, tekankan agar mereka berani dan terus terang menyatakan perasaannya yang tersisihkan tersebut kepada Anda. Dengan mengetahui perasaan anak, Anda dapat mencari jalan keluar bersama-sama dengannya.

Menginjak usia sekolah dasar, anak mulai sadar akan persaingan secara akademis, tidak hanya dengan teman sekolah, namun berlanjut di rumah dengan saudara kandungnya sendiri. Anda perlu menjelaskan kepada anak, bahwa setiap manusia mempunyai bakat dalam bidang masing-masing dan bahwa antara kakak-adik tidak selalu harus memiliki kemampuan yang sama. Bisa saja si kakak berbakat dalam angka dan hitungan, sedang adiknya lebih berprestasi dalam masalah hafalan dan pengetahuan sosial. Katakan pada mereka, bahwa hal itu wajar terjadi dan tidak ada yang lebih hebat di antara mereka satu sama lain.

Ajarkan sikap sportivitas pada anak. Biasakan sikap ikut berbahagia pada anak, bila kakak atau adiknya mencapai suatu prestasi atau kebahagiaan tertentu. Ingatkan padanya, bahwa dengan mengucapkan selamat secara tulus kepada saudara, maka saudaranya akan semakin menyayanginya dan nantinya akan melakukan hal yang sama untuknya tanpa diminta.

Hadirlah selalu di sisi anak. Jadilah orangtua sekaligus teman baik untuknya. Katakan padanya, bahwa Anda ingin menjadi tempat berbagi perasaan, terlebih bila ia sedang kesal dengan kakak atau adiknya sendiri. Bukan untuk semakin membenci saudaranya, namun di sinilah peran Anda sebagai seorang ‘teman’ baginya untuk memberikan pemahaman, bahwa saudara kandung adalah seseorang yang patut untuk dicintai bukan dibenci.

Teman bisa datang dan pergi seiring berjalannya waktu. Namun bertambahnya umur tidak akan mengubah keluarga. Mereka akan selalu ada dan tidak akan pernah berubah untuk kita. Katakan kepada anak betapa beruntungnya ia memiliki saudara kandung.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE