Get Blues in 12 Bars

0
50

.Tidak heran jenis musik yang satu ini dinamakan blues. Hal ini disebabkan, karena nada yang dihasilkan berada pada kunci-kunci minor dan nada-nada inilah yang ‘melahirkan’ alunan musik sedih. Bagi orang barat, istilah yang mereka pakai untuk mengatakan perasaan sedih mereka adalah, “I am in blue.” Itulah sebabnya musik blues banyak mewakili musik-musik yang menyayat hati.

Untuk memainkan blues, hal mendasar yang perlu diingat adalah 12 bar. Anda akan bermain sebanyak 12 bar dalam blues. Meski sering diidentifikasikan dengan minor, aliran musik ini pun bisa dimainkan dalam nada-nada mayor, hanya saja hal tersebut tidak lazim terjadi. Pada umumnya, orang akan memilih chord – atau ‘kunci’ yang biasa disebut orang Indonesia – dengan nada dasar E.

Lantas, apa chord setelah E? Musik blues akan dimainkan dengan rumus I – IV – V. Maksudnya adalah, nada dasar yang dimainkan – misal E – akan diwakili angka romawi I. Chord berikutnya adalah nada keempat (IV) setelah E, yakni A. Chord B menjadi chord terakhir, karena ia merupakan nada kelima (V) setelah E. Bingung, ya? Coba segarkan kembali ingatan Anda tentang pelajaran musik dasar sewaktu di sekolah menengah. C – D – E – F – G – A B – C merupakan urutan nada hingga delapan oktaf. Bila Anda memilih E sebagai nada dasar, maka A dan B akan mengikuti, seperti berikut: E – F – G – A B.

Anda akan memainkan chord E – A – B dalam 12 bar. Satu bar akan berlangsung dalam tempo empat ketukan. Menentukan chord apa yang akan dimainkan dalam tiap-tiap bar ada dalam formula seperti di bawah ini

        I   –  I –  I  –  I –  IV IV –  I  –  I  – V – IV –  I  –  I/V

        E – E – E – E – – E – E – B – A  – E – E/B

Artinya, bar pertama akan menyuarakan chord E selama empat ketuk. Hal ini akan diulang hingga tiga bar berikutnya. Bar kelima dilanjutkan dengan memainkan chord A, masih dalam empat ketukan. Memainkan chord A berlangsung hingga dua bar, yang berarti delapan ketukan. Dua bar berikutnya akan kembali pada nada dasarnya, yakni E. Disusul dengan B dalam empat ketukan saja, kemudian A, lalu kembali lagi ke E hingga bar yang terakhir. Chord B ditambahkan sedikit sebagai penutup setelah memainkan E selama empat ketukan terakhir, sebagai titik balik.

Memetik chord-chord tersebut tidak boleh sembarangan. Setiap bar ada aturan masing-masing. Butuh tekanan-tekanan pada bar-bar tertentu. Untuk empat bar awal, bar ketujuh dan kedelapan, chord dimainkan
dengan santai. Pada chord yang ditebalkan, di situlah Anda harus memberikan tekanan pada saat memainkannya. Bar kesembilan menjadi puncak tekanan tersebut. Meski semakin menegang, pada bar kesepuluh, tekanan mulai mereda hingga bar yang terakhir, yakni yang keduabelas.

Penjelasan ini hanya pemahaman dasar dalam musik blues, khususnya mengenai aturan 12 bar. Untuk dapat piawai bermain blues dengan gitar, tentu saja Anda harus banyak berlatih. Make B.B. King proud, dude!

(*Dari berbagai sumber)

SHARE