Menjadi Detektif Ulung untuk Anak

0
47

.Sebagai ibu rumah tangga, tentu akan menjadi hiburan bisa bepergian ke mall bersama si kecil. Bisa jadi aktivitas ini merupakan hal ‘wajib’ bagi Anda dan anak dalam agenda refreshing tiap akhir pekan.

Hiburan sering menjadi musibah, bila Anda tidak berhati-hati dalam mempersiapkan segala sesuatunya dan teledor saat melakukannya. Saat sibuk berbelanja, pikiran Anda akan fokus pada harga-harga yang melekat pada barang. Anda sibuk membandingkan nilai Rupiah yang ditempelkan pada produk tersebut dengan merk lain. Di lain pihak, si kecil teralihkan perhatiannya kepada mainan, yang dipajang pada etalase, yang lokasinya jauh dari tempat Anda berdua berdiri. Dalam hitungan detik, anak Anda menghilang.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya Anda mengajarkan anak untuk berbicara dengan orang asing. Memang benar ada pepatah “never talk to strangers“. Namun, bila anak Anda menghilang dan tersesat, tentu dia sendirilah yang harus bisa mencari bantuan. Caranya adalah dengan berkomunikasi dengan orang lain.

Pupuk keberanian si kecil. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melatihnya adalah, seperti dengan meminta si kecil untuk menanyakan jam dan arah suatu tempat pada orang asing dan menyuruhnya jalan sendiri ke sebuah toko untuk membeli es krim atau permen kesukaannya. Awasi anak saat melakukan aksinya. Jangan berada terlalu jauh darinya. Ingat, bagaimanapun juga dia belum cukup dewasa untuk bertanggungjawab atas dirinya sendiri.

Tanyakan kepadanya, siapa mengapa ia memilih orang yang ia ajak bicara? Bagaimana keadaan waktu itu? Apakah ia dan orang tersebut merasa nyaman saat mereka saling berinteraksi satu sama lain? Apa yang akan anak Anda lakukan, seumpama hal tersebut tidak berjalan dengan lancar? Dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, Anda akan mengetahui dengan benar situasi, yang anak Anda rasakan dan apa yang ia hadapi saat dirinya sedang sendirian.

Mendekati, berbicara, bahkan mempercayai orang asing akan menjadi hal yang sangat riskan. Bila tidak ingin hal ini terjadi, Anda dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar anak tidak tersesat dan menghilang saat sedang berjalan-jalan dengan Anda.

Sebelum berangkat, kenakan pakaian berwarna cerah shocking colour se-norak mungkin, agar mata Anda bisa langsung mengenali dan menangkap posisi anak Anda berada hanya dengan melihat warnanya. Toh, anak-anak belum mempunyai rasa tengsin hanya karena memakai baju yang membuat setiap mata yang melihatnya menjadi ‘silau’. Buatlah penampilannya menjadi sangat berbeda dibanding orang pada umumnya, sehingga ia akan mudah dikenali nantinya.

Bawa selalu foto terbaru si kecil di dalam dompet Anda. Benda ini bisa sangat berguna saat Anda tunjukkan kepada orang-orang atau pihak berwajib untuk membantu mencari anak Anda. Selain membekali diri sendiri, Anda pun harus membekali anak dengan nomor telepon rumah, nomor handphone, dan alamat lengkap rumah Anda. Tuliskan pada secarik kertas di dalam saku bajunya. Bila perlu, buatlah kalung lengkap dengan data-data tersebut terukir di atasnya. Kalungkanlah pada lehernya. Bentuknya seperti kalung-kalung perak para tentara. Saat anak terpisah dari ibunya, pada umumnya ia akan berteriak memanggil Anda, “Mama! Mama!” kemudian menangis. Keributan kecil ini akan menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Dengan melihat kalung yang dikenakan si kecil, mereka akan dengan mudahnya menghubungi Anda.

Biasakan untuk selalu mengucapkan janji dengan anak untuk selalu bertemu di tempat yang sama, bila Anda terpisah darinya. Untuk memudahkan si kecil, mintalah ia mendatangi tempat favoritnya – misal toko mainan atau makanan yang ia gemari – dan menunggu Anda hingga tiba di sana.

Mencari anak yang hilang bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami. Hati-hati!

(*Dari berbagai sumber)

SHARE