"Aku Mau yang Itu!"

0
23

.Menikah dan berumah tangga tidak lantas membuat pasangan semakin mengerti dan mengenal Anda. Bahkan, seringkali pernikahan justru membuat Anda dan pasangan mulai saling tidak menghargai dan memperhatikan hal-hal kecil menyangkut Anda berdua.

Dua tahun menikah, apakah Anda sudah tahu kesukaan-kesukaan pasangan? Pernahkah pasangan merasa benar-benar senang – bukan sekedar basa-basi karena menghargai pemberian dari orang lain – dengan kado pilihan dan pemberian Anda?

Memberikan hadiah pada saat ulang tahun, anniversary perkawinan, atau hari-hari besar agama akan cukup merepotkan. Hal ini pasti sering dirasakan seorang suami. Sifat yang tidak sensitif membuatnya kalang kabut tiap kali dihadapkan pada suatu keputusan memilih sesuatu yang benar-benar spesial dan sesuai dengan keinginan pasangannya.

Anda tentu tidak mau istri menjadi kesal, karena hadiah Anda yang jelek, atau justru Anda sendirilah – sebagai istri – yang selalu dongkol dengan pemberian suami, yang benar-benar mengecewakan. Saatnya buka suara!

Kado merupakan barang istimewa, karena Anda menantikannya dengan penuh harap cemas. Dalam hati bertanya-tanya, “Benda apakah yang ada di dalam kotak yang terbungkus kertas kado tersebut?” Semakin penasaran, semakin jantung Anda berdegup kencang. Ya, kejutan memang menyenangkan. Tentu akan lebih menyenangkan, bila kejutan tersebut sesuai keinginan Anda.

Mulai saat ini, setiap berjalan-jalan ke sebuah toko, tempat, atau mall bersama pasangan, tunjuk saja barang, yang Anda suka. Jika Anda khawatir kepekaan pasangan begitu tumpul, sekalian saja katakan kepadanya, bahwa Anda ingin barang tersebut menjadi kado untuk ulang tahun Anda nanti. Tunjuklah beberapa barang yang ingin Anda miliki. Agar pasangan ingat, tuliskan di atas kertas. Buat daftar barang-barang favorit Anda, lengkap dengan nama merk, warna, bahan, ukuran, toko yang menjual, dan harganya.

Memberikan daftar barang, bukan berarti Anda kehilangan moment kejutan saat menerima kado nanti. Toh, barang yang Anda inginkan ada banyak. Keputusan untuk memilih barang mana yang akan dibeli ada di tangan pasangan. Setidaknya Anda sudah ‘memberi pagar’ dan ‘menuntunnya’ ke jalur yang benar. Anda pun masih bisa merasa deg-degan, cihuy!

(*Dari berbagi sumber)

SHARE