Mainan Aman untuk Si Kecil

0
37

.Anak-anak tidak bisa dipisahkan dari mainan. Hal ini bukan lantas menjadikan Anda asal memilih dan membelikan mainan untuk si kecil. Alih-alih bersenang-senang, anak pun justru tersedak mainannya sendiri.

Gemas sekali melihat si kecil yang berumur tiga tahun sibuk berusaha memasukkan benda apa saja ke dalam mulutnya. Lucu, namun juga berbahaya. Bila Anda tidak memperhatikan dan mengawasi apa yang dia pegang dan masukkan ke dalam mulutnya, bisa jadi anak Anda keracunan, akibat ‘mengkonsumsi’ zat-zat kimia yang menjadi bagian dari benda tersebut. Itulah sebabnya Anda tidak boleh sembarangan dalam memberikan mainan untuk si kecil. Pilihlah mainan berbahan lembut, tumpul, dan tidak keras.

Mainan yang terbuat dari kain – boneka, contohnya – harus tahan api. Kain akan mudah terbakar. Jangan sampai si kecil ikut terbakar, karena mainan kesayangan – yang sedang ia pegang – tidak sengaja terbakar api dari lilin yang jatuh tersenggol.

Selain tahan api, pastikan boneka-boneka yang sering menemaninya tidur, merupakan bahan yang mudah dibersihkan dan dicuci. Anak kecil mudah sekali terserang penyakit. Sedikit kuman saja, akan membuat tubuhnya melemah. Hindari hal ini dengan mensterilkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, khususnya mainannya.

Untuk mainan-mainan yang dilapisi cat, ingatkan diri Anda sendiri untuk tidak membelikan si kecil mainan dengan lapisan cat yang mengandung timah. Zat kimia berupa timah hitam merupakan racun bagi tubuh. Sengaja atau tidak, menelan timah akan menyebabkan berkurangnya kecerdasan, kemampuan membaca, hingga keterbelakangan mental secara menyeluruh. Anak pun akan mengalami hambatan dalam proses pertumbuhan yang normal.

Melarang anak agar tidak memasukkan mainan ke dalam mulutnya merupakan hal yang mustahil untuk dilakukan, mengingat dia sedang berada pada masanya untuk mengenal lingkungan melalui mulutnya. Ada satu hal yang bisa Anda lakukan agar Anak tidak tersedak mainannnya sendiri. Caranya adalah dengan memastikan, bahwa mainan-mainan yang dapat diremas dan ditekan, bentuknya lebih besar dari kapasitas mulutnya yang mungil.

Hindari mainan yang terbuat dari plastik tipis dan memiliki senar atau tali yang panjang. Keingintahuan si kecil akan benda baru tersebut justru dapat membuatnya mencekik lehernya sendiri. Anak kecil tidak akan mengerti, bahwa saat ia mengulur dan menarik tali hingga panjang melingkari lehernya, hal itu akan mengancam keselamatan jiwanya. Atau saat ia menginjak sendiri mainannya secara tidak sengaja, mainan tersebut akan rusak, patah, dan rusak, yang menyebabkan munculnya gerigi-gerigi kasar sebagai bekas patahan. Bila tidak berhati-hati, anak Anda akan cedera akibat tergores patahan dan kepingan-kepingan tersebut.

Usahakan selalu mengawasi si kecil saat dia bermain. Anda tidak akan pernah tahu apa yang ada di kepalanya saat memainkan benda-benda tersebut.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE