What's Your Airsoft Gun?

0
55

.Menyambut ulang tahun Tentara Nasional Indonesia, yang jatuh pada hari ini, 5 Oktober 2010, maka Ghiboo pun akan mengangkat hal berbau militer pada artikel kali ini. Masih seputar hobi, kegiatan yang satu ini mungkin lebih digemari oleh kaum adam. Hal ini tidak lain, karena saat memainkannya, Anda akan terlihat sangat macho.

Airsoft Skirmishing, itulah nama permainan ini. Permainan saling tembak, layaknya dua kubu berperang, cukup digemari orang dewasa ini. Lengkap dengan helmet, kaos tangan, satu stel pakaian motif loreng, google (kacamata pelindung mata) dan sepatu boot, pemain benar-benar menyerupai tentara, yang siap maju ke medan perang.

Paintball merupakan cikal bakal lahirnya permainan ini.  Softair gun merupakan senjata pertama yang diproduksi di Amerika pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an. Sukses dengan softair gun, kemudian bermunculan senjata-senjata mainan jenis riffle. Softair gun menjadi ‘nenek moyang’ kelahiran senjata-senjata model Airsoft.

Jepang menjadi negara yang membuat patokan mengenai aturan dasar airsoft skirmishing. Hampir sama dengan cara bermain dalam paintball, namun daya jangkau airsoft gun jauh lebih pendek dibanding marker yang digunakan pada paintball. Perbedaan lainnya adalah tidak adanya cat proyektil gel dalam airsoft skirmishing, di sini hanya digunakan proyektil. Bila Anda terkena proyektil, Anda harus meneriakkannya dan segera keluar dari arena permainan dengan mengangkat kedua tangan dan senjata ke atas. Kontak fisik tidak diperbolehkan dalam airsoft skirmishing. Intinya adalah menembak musuh satu per satu, hingga mereka semua keluar dari permainan dan membawa tim Anda sebagai pemenang, bukan gontok-gontokan.

Anda harus mengenal senjata apa saja, yang bisa digunakan dalam permainan berkonsep ‘peperangan’ ini. Ada tiga jenis airsoft gun dilihat dari cara memainkannya: senjata pegas, senjata listrik, dan senjata gas.

Senjata gas menggunakan green gas atau propane, red gas, dan karbon dioksida (CO2) sebagai ‘nyawanya’ untuk tetap hidup.

Senjata pegas (spring gun) digunakan dengan ‘mengokang’ pegas untuk mengompres udara dan menembakkan BB (baca: bullet ball, peluru dalam airsoft gun) ke luar. Anda harus selalu mengokang kembali senjata tiap kali selesai menembakkan satu BB.

Berbeda dengan spring gun, electric gun, tentu saja, membutuhkan listrik agar dapat berfungsi. Baterai menjadi nyawa senjata ini. Automatic Electric Gun (AEG), Automatic Electric Pistol (AEP), dan Electric Blow Back Gun (EBB) merupakan jenis senjata listrik yang bisa Anda pilih. Bagi pemain handal, lebih baik menggunakan AEG. AEG merupakan senjata listrik dengan mengisi ulang baterai dan memiliki kualitas terbaik di antara ‘teman-temannya’. Selain itu, senjata ini dapat menembak dengan frekuensi lebih banyak.

Pilih senjata sesuai kenyamanan Anda dalam menggunakannya. Langkah selanjutnya adalah menentukan, apakah Anda akan memilih senapan, pistol, atau sub machine gun?

Senapan digunakan untuk melakukan tembakan jarak jauh dan biasanya terdapat dalam senjata bertenaga pegas dan listrik. Untuk jarak dekat, cukup menggunakan pistol. Senjata bertenaga gas, pegas, dan mengandalkan CO2 pada umumnya berbentuk pistol. Bentuk terakhir adalah sub machine gun. Senjata ini mirip dengan senapan, namun tembakannya tidak secepat senapan. Sub machine gun biasa difungsikan menggunakan baterai dan CO2.

Mengingat airsoft skirmishing merupakan permainan, yang memicu adrenalin dan terkesan menyeramkan, maka jangan membawa anak di bawah umur ke dalam area permainan. Anda tentu tidak mau, sang buah hati melihat Anda sebagai orang yang sarat dengan kekerasan, bukan? Sedangkan bermain airsoft skirmishing sebenarnya sangat menyenangkan.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE