"So Little Time" dengan Arkarna

0
48

.Its really great thing. Senang sekali ketika saya tiba tiba dapat kesempatan untuk ikut mewawancarai Arkarna. Band yang 13 tahun lalu sempat mengguncang Indonesia dengan single “So Little Time” dan kini kembali lagi ke Indonesia.
Menunggu cukup lama, akhirnya setelah hampir dua jam kami diperbolehkan masuk, dan diberi limit waktu yang sangat tipis. 10 menit saja. Itu sudah termasuk dengan sesi foto.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, saya langsung masuk dan menyalami mereka satu persatu. Kesan pertama saya adalah, mereka sangat ramah. Matt agak susah mengeja nama saya, dan dia meminta saya untuk membantunya mengucapkan nama saya. Y.O.V.I.E. Nama yang beda katanya. Terlihat yang lain juga susah mengucapkannya. Lidah London mereka belum terbiasa dengan nama Indonesia mungkin.

Ini adalah kali kedua Arkarna datang kesini, sudah lama sekali ya?

Arkarna : Betul, kami datang kesini tahun 1998, memang sudah lama sekali. (Ollie bicara) Waktu saya datang kesini saya masih sangat muda, jadi tidak telalu bisa menikmati. Beda dengan sekarang, kami punya banyak waktu untuk berjalan jalan, kemarin sempat jalan jalan ke Bandung, main di Gasibu, dan kami bertemu banyak orang yang sangat menyenangkan.
(Matt bicara) Disini kami bertemu dengan banyak fans yang kami rasa bisa sangat dekat dengan kami. Biasanya band selalu memberi batasan antara dirinya dan fans. Tapi kami bukan band seperti itu, dan kami merasa selama ini fans kami sudah menunggu dengan sabar, jadi saatnya kami membalas penantian mereka. Kami men-tweet sendiri tweet kami dan tidak pernah membiarkan orang lain melakukannya, bahkan kami selalu membalasnya sendiri.

Apakah Arkarna akan membawakan lagu dari album baru besok?

Arkarna : ( Ollie bicara) Sudah mendengarkan atau melihat video klipnya??

Yaa, video klip dengan buah jeruk sepanjang 1 menit 40 detik!

Arkarna : Betul sekali! Berarti kamu memang menontonnya! (tertawa bersama) Kami akan membawakan beberapa lagu baru besok,tapi kami juga akan tetap membawakan beberapa lagu lama. Mix saja.

Soundnya terdengar sama?

Arkarna : Iya memang, karena.. itu adalah Arkarna. memang ada sedikit perbedaan, tapi bagaimanapun itu sudah mejadi musik kami.
( Matt bicara ) Kami tetap bermusik selama ini. Bila musik kami masih terdengar sama, itu kami sebut konsistensi, memang kami banyak terinspirasi dari sekian banyak musik yang ada, tapi kemungkinan besar musik kami masih akan sama.

Jadi teringat masa SMA dulu mendengar lagu baru kalian

Arkarna : Itu adalah pengalaman yang sangat hebat,untuk membuat album baru..

Sudah satu dekade Arkarna tidak mengeluarkan album, jadi apa persiapan untuk besok?nervouskah?

Arkarna : Kami sangat senang bisa disini, dan kami berusaha untuk membuat orang lain juga ikut senang. Kalau saya boleh jujur, melihat wajah yang bahagia menginspirasi saya. Beda sekali dengan di London, disini saya melihat banyak orang dengan wajah yang bahagia. Seperti keajaiban. Kami membicarakannya sendiri, tentang betapa bahagianya orang-orang disini. Fans membuat kami jadi makin semangat.

Salah satu lagu kalian ada yang menjadi soundtrack film Batman and Robin, apakah ada rencana untuk membuat lagi lagu untuk film? atau mungkin membuat scoring film?

Arkarna : Hmm..(tertawa) Kamu seorang pebisnis rupanya, melihat suatu hal dengan jeli (tertawa) Jadi kamu punya naskah filmkah?jika punya, berikan pada kami, siapa tahu kami bisa membuatkan lagu untuk filmmu. ( tertawa bersama). Kami melihat saja apa yang akan terjadi, karena sekarang kami sedang  bersiap untuk album baru, jadi hal apapun mungkin terjadi. Jangan lupa kirim script filmmu ya.. (tertawa)

Setelah Family Album, sebenarnya kemana Arkarna? Sudah 10 tahun lewat.

Arkarna : ( Ollie ) Pertanyaan yang bagus!!! yaa..ummm setelah Family Album, banyak yang terjadi di dalam band, juga hubungan dengan orang di luar band. Saya menganggapnya seperti pernikahan, dan itu saatnya hubungan itu harus berakhir. Banyak sekali terjadi perbedaan. Banyak arahan yang harus dilakukan, kami seperti harus berkompromi terus menerus. Tapi tidak semua bisa dikompromikan. Saya sedikit kecewa dengan keadaan, namun saya tetap bermusik. Berkolaborasi dengan Madonna, Prodigy dan melakukan hal lain. Tapi tetap Arkarna ada di hati saya sebagai cinta pertama saya. Jadi ketika saya bertemu Matt dan personil yang lain, saya sadar kalau saya masih bisa menulis materi baru dan kembali lagi kedalam dunia musik. Terutama ketika saya menulis untuk single “Dead on Arrival”, dan album baru,  saya berkembang lebih besar, secara lirik dan musikalitas, semuanya. Saya bahagia ada di situasi saya sekarang ini. Tapi memang iya, butuh beberapa saat untuk kembali lagi! Sungguh sangat menyenangkan bisa kembali lagi. Itu semua sepadan..
(Matt bicara ) Kami semua sama sama mencintai musik, dan waktu yang sudah terlewat seperti ibaratnya menyiapkan persediaan tenaga untuk kembali lagi. Sungguh menyenangkan melakukan sesuatu untuk hal yang kamu cintai.
(Semua bicara ) kami sangat senang dengan album ini. Setiap lagu di dalamnya sangat berarti, dan kami tak sabar, kami ingin kamu  segera mendengar lagunya. (tertawa bersama)

Terimakasih untuk waktunya, semoga setelah album kalian rilis, kalian akan kembali lagi ke Indonesia tahun depan.

(tertawa bersama sama dengan kencang)
Arkarna nampaknya sangat bersemangat untuk peluncuran labumnya, yang menurut rencana akan diluncurkan awal tahun depan. Single “Dead On Arrival” yang terinspirasi dari kisah Matt menjadi single andalan untuk album ketiga nanti. Sekilas saja, judul Dead On Arrival, persis diambil dari peristiwa penembakan tak disengaja yang dialami Matt dalam kereta. Saat itu, peluru menembus kaca yang berjarak sangat dekat dari kepala Matt. “Everything happens for a reason”, kata Matt. Jadilah pengalaman itu judul lagu baru Arkarna.

Sungguh pengalaman yang menyenangkan bisa bertemu Arkarna. Mereka ramah, humoris dan nampak sangat bersemangat. Saya mengucapkan terimakasih dan mengucapkan semoga berhasil Arkarna! Sampai berjumpa segera!

(sumber : Yovie Andhini)
*terimakasih untuk Ajeng Trax Magz, Dini Cosmopolitan dan Mario Hard Rock FM

SHARE