Vegas Tempo Dulu

0
37

.Berjalan-jalan sambil mempelajari sejarah suatu daerah atau bangsa tidak hanya bisa dilakukan dengan mendatangi museum-museum tua. Hal ini akan sangat membosankan. Ingatkah Anda ketika mendengarkan guru berceloteh menceritakan hal yang sama dalam hal sejarah, sambil menyusuri lorong-lorong gelap dan memandangi benda-benda kuno berdebu di suatu museum, pada saat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar?

Benda-benda yang ada di museum sudah diatur sedemikian rupa. Untuk dapat merasakan sejarah terulang kembali, lebih baik mendatangi tempat terjadinya sejarah tersebut. Sejarah akan ‘hidup’ dan terulang kembali secara alami di kepala Anda, sesaat setelah Anda menginjakkan kaki di area tersebut.

Siapkan anggaran, jelajahi kota Gagra. Gagra merupakan kota terbesar di Abkhazia sekaligus sebuah resor dengan suasana laut yang cukup terkenal. Letaknya berada di sebelah barat Rusia, tepatnya di teluk laut. Bagian selatan Gagra terletak di tepi pantai. Dari atas gunung di bagian utara Gagra, Anda bisa melihat dataran luas kota tersebut, yang berada dalam kehijauan iklim sub tropis dan dilingkupi laut Hitam.

Tidak perlu takut kedinginan, karena Gagra merupakan kota dengan cuaca terhangat di daerah tepi pantai laut Hitam. Alam dan iklimnya yang unik menjadikan kota ini sebagai salah satu tempat tujuan wisata.

Tidak dapat dipungkiri lagi, Gagra memang sebuah kota yang mengagumkan. Bagaikan impian orang-orang Kaukasian yang selalu merasa kedinginan, Gagra hadir menjadi pelampiasan akan kerinduan terhadap sinar matahari. Hal ini tidak lain disebabkan, karena musim panas merupakan musim yang mendominasi di sana.

Berada di Gagra, Anda tidak akan berhenti berdecak kagum. Indahnya dataran benar-benar menakjubkan. Alam begitu terlihat luas tak terbatas dengan hamparan laut mengelilingi. Hal ini belum termasuk kemilau pasir pantai yang terkena sinar matahari, pegunungan yang kekar, eksotisme semak-semak di antara bunga magnolia dan pohon cemara, bangunan-bangunan tua peninggalan zaman kolonial, keunikan reruntuhan kuil kuno, dan masih banyak lagi. Semua ini menambah kekayaan tersendiri bagi Gagra dan menjadi ‘candu’ bagi para wisatawan untuk kembali datang dan selalu penasaran akan kota Gagra.

Jauh sebelum era Anda hidup kini, Gagra yang dahulu tidak sama dengan sekarang. Dulunya Gagra menjadi tempat pemukiman Triglif yang didirikan oleh bangsa Yunani Kuno. Setelah Yunani Kuno, muncullah koloni Romawi di sana, Nitika dan Byzantia Trachea. Pada abad pertengahan, Gagra dikuasai oleh organisasi perdagangan Genoa bernama Khakara. Bangsa yang terkenal sering memperjual-belikan budak, Turki, dicatat juga pernah mendiami kota ini selama beberapa dekade. Kota tersebut akhirnya dikembangkan menjadi sebuah resor besar pada saat pemerintahan Rusia mendominasi di Abkhazia.

Kata Gagra berasal sebuah nama keluarga Abkhazia pada dahulu kala yang pernah hidup di sana, Gagaa. Keputusan untuk membuat Gagra menjadi sebuah resor pada awal abad ke-20 dirasa cukup baik bagi Kaisar Rusia. Ide ini dicetuskan oleh Pangeran Oldenburg, yang masih mempunyai hubungan darah dengan Nicolas II, sang kaisar pada masa itu. Tahun 1930, Gagra pun resmi ‘dibuka’ sebagai resor dengan daya tarik berupa iklimnya yang hangat dan aura eksotismenya.

Bangunan-bangunan kenegaraan, kediaman-kediaman pribadi, tempat perjudian, hotel, restoran Gagripsh dan Seaside Park di tepi laut mulai bermunculan. Taman ini penuh dengan pohon-pohon tropis dan hewan-hewan seperti burung beo dan monyet yang didatangkan secara khusus. Gagra menjelma menjadi ‘surga dunia’. Bisa dikatakan, Vegas tempo dulu. Segala sesuatu yang berbau hiburan elit banyak diincar anggota partai komunis dengan mendirikan banyak mansion di sana.

Meski kini telah berubah, Gagra masih menyediakan segudang memory kehidupan liar puluhan tahun yang lalu. Alam masih setia mempercantik Gagra ditambah dengan kafe-kafe kecil yang cukup nyaman dan berbagai macam toko suvenir bertebaran di kota tersebut.

Bila Anda menjelajahi kota Gagra sekarang, Anda harus ingat, bahwa kota tersebut kini dibagi ke dalam dua bagian: Gagra Tua dan Gagra Baru. Gagra Tua menawarkan sejuta kenangan masa lampau dengan menjadi pusat pada monumen bersejarah, sedang Gagra Baru ramai akan toko dan kafe, seperti telah disebutkan di atas.

Perubahan drastis pada Gagra terjadi akibat peperangan antara tahun 1992 hingga 1993 antara Abkhazia dan Gagra. Hal ini tidak akan merubah kenyataan, bahwa orang zaman dahulu sudah benar-benar mengerti cara untuk ‘bersenang-senang’. Keberadaan Gagra menjadi bukti kekal.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE