Jelang Indonesia vs Uruguay, Forlan Batal Main

0
37

.Asosiasi Sepakbola Uruguay (AUF) menyayangkan ketidakhadiran Diego Forlan, pemain terbaik Piala Dunia 2010, di pertandingan persahabatan Jum’at ini melawan Indonesia. Menurut Lucas Norberto Blasina Viera, salah satu direktur AUF, ketidakhadiran Forlan karena ada masalah pribadi di detik-doetik terakhir, begitu katanya saat konferensi pers hari Kamis kemarin sehari sebelum pertandingan pada Jumat, 8 Oktober 2010 jam 20.00 di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Viera menekankan, “Uruguay bukan hanya Forlan. 16 pemain lain yang sudah tiba di Jakarta lebih dulu juga pemain inti dari Piala Dunia Afrika Selatan.”

Rupanya alasan Diego tidak hadir karena AUF menolak proposal saudaranya, Pablo Jr., untuk menyelenggarakan pertandingan tersebut. Demikian yang dikatakan oleh Pablo Forlan, mantan penyerang Uruguay yang juga ayah Diego melalui radio Uruguay 1410am libre seperti yang dikutip oleh Reuters. “Bagaimana reaksi Diego bila dia bermain di pertandingan yang rencananya akan diselenggarakan Pablo Jr.? Itulah alasan Diego sebenarnya mengapa dia tidak pergi”, kata Pablo Sr. pemain bertahan Piala Dunia 1966 dan 1974.

Sementara itu, tim nasional Indonesia sendiri menghadapi kesulitan tersendiri. Pemain asing yang direncanakan untuk memperkuat tim nasional Indonesia ternyata mendapatkan hambatan dari FIFA. John van Beukering, Tobias Waisapy dan Rafael Guillermo tidak diperbolehkan oleh FIFA membantu tim Indonesia karena mereka warga negara asing, meskipun ini adalah pertandingan persahabatan. Hal ini sangat disesalkan Alfred Riedl, pelatih tim nasional Indonesia.

“Kami terpaksa menempatkan Arif Suyono (sayap kanan), M. Ridwan (gelandang bertahan) dan Zulkifli Syukur (pemain bertahan) di bangku cadangan. Itulah pentingnya ketiga pemain Belanda tersebut.” kata Riedl sesaat setelah sesi latihan tim nasional hari Kamis. Sedangkan pemain bertahan Maman Abdurahman, Nova Arianto dan penyerang Oktavianus Maniani juga masih dalam tahap penyembuhan dipaksakan akan bermain.

Peraturan FIFA ini bisa menyebabkan keugian poin bagi kedua belah puhak tim nasional yang nyatanya poin tersebut diperhintungkan untuk peringkat FIFA.

Viera, pelatih tim nasional Uruguay mempunyai pengharapan tinggi untuk menang supaya bisa meningkatkan peringkat Uruguay di FIFA yang saat ini ada di posisi nomor tujuh. Uruguay pernah menjuarai Piala Dunia dua kali, mengalahkan Argentina 4-2 dan Brazil 2-1 di tahun 1950. Sedangkan Indonesia yang saat ini menduduki peringkat 131, pernah mengalahkan Uruguay 2-1 tanggal 21 April 1974 dengan gol kemenangan oleh Waskito (alm) dan Andjas Asmara.

Perbedaan peringkat yang sangat jauh tersebut tidak mengurungkan niat Uruguay untuk meladeni Indonesia, karena di setiap pertandingan tingkat kesulitannya sama dan Uruguay sendiri tidak selalu bermain baik sejak tahun 70-an, demikian kata Viera.

Maju Indonesia! Ole ole ole!!

(Dari berbagai sumber)

SHARE