Java Rockin' Land 2010: Spektakuler Event dan Spektakuler Performer

0
13

.Akhirnya hari ini kita mesti mengucapkan selamat tinggal pada event rock terbesar di Indonesia, Java Rockin’ Land 2010. Hari Minggu kemarin adalah hari terakhir kita bisa melihat, medengar dan membuktikan langsung kehebatan musisi rock kelas dunia, dan juga musisi rock tanah air. Menurut saya, ini adalah tiga hari yang lengkap. Lengkap dengan penampilan yang sempurna, musik rock yang meraung raung ataupun liar, sekaligus lengkap dengan hujan, tanah berlumpur dan kekecewaan akan sikap artis yang labil.

Java Production sebagai penyelenggara event ini perlu diberi acungan jempol. tak hanya dua, namun sebanyak-banyaknya. Mendatangkan sekian banyak artis, baik lokal maupun internasional, dengan jadwal, penempatan, dan genre yang berbeda tentu bukan hal yang mudah. Bisa jadi malah repot sekali. Mengatur tenant maupun sponsor di area Ancol juga dipastikan tidak gampang. Shuttle bus, ticketing, dan sarana seperti kamar kecil dan FnB juga sangat baik. Tempat sampah juga tersedia. Hanya sarana camping yang kelihatannya belum terpakai dengan maksimal. Sementara masalah hujan, memang tidak bisa diantisipasi. Persoalan pawang, itu hanya ujung usaha. Beruntung hujan hanya turun deras di hari pertama, selebihnya hanya gerimis kecil di hari berikutnya. Meskipun menyisakan lumpur dan air yang menggenang, namun jika anda mengaku penikmat musik rock, itu pasti hanya hal kecil saja.

Hal yang besar adalah para performer yang tampil dengan hebat. Meskipun tidak semuanya. Dari segi musikalitas, kita harus mengakui, bahwa para artis internasional tersebut memiliki kelebihan pada teknologi maupun variasi bunyi yang lebih banyak. Satu lagi yaitu keberanian untuk mengeksplor wilayah musik yang lebih luas, tanpa lepas dari konsistensi musik mereka. Sementara dari attitude, tak semuanya sesuai seperti yang biasa diharapkan dan dilakukan orang timur seperti kita, yaitu keramahan. Kekecewaan jelas terlihat saat Smashing Pumpkins sebagai salah satu headliner yang dijagokan bertindak tak sesuai harapan. Penonton lebih banyak kecewa dengan sikap tanpa bicaranya, yang tanpa encore, dan juga tanpa 1979. Entah publik kita yang terlalu manja, ataukah memang Billy Corgan hanya ingin sekedar profesional tanpa ingin mengenal Indonesia. Saya masih mencari tahu jawabannya.

Bagi saya, performer yang lain tampil memikat. Satu band lebih sempurna dibanding band yang lain itu wajar, tergantung pada selera dan cara pandang masing masing. Stereophonic jadi juara di hari kedua. Kelly Jones memang juga irit bicara, namun Stereophonics tampil sempurna. Sementara Dashboard Confessional mengundang banyak sing along seperti penampilan mereka Mei lalu saat pertama datang ke Indonesia. Untuk Arkarna, saya rasa semua pasti bisa merasakan kegembiraan dan antusiasme mereka akan event ini. Kepercayaan yang diberikan Java Production menjadikan mereka sebagai salah satu headliner sepertinya menjadi energi positif bagi Arkarna yang vakum 10 tahun lamanya. Tak henti hentinya rasa itu terpancar dari setiap tindakan dan kata kata Ollie Jacob, sang vokalis sekaligus motor utama Arkarna.
Kemudian The Vines, Wolfmother, Mutemath, dan Stryper jadi pamungkas yang jitu di hari ketiga. Ini adalah hari yang benar benar ‘rock’. Suasana rock ini terbangun sejak awal Seringai tampil sebagai pembuka. Rasanya hari ketiga seperti lebih liar dan Rock and Roll. Sesuai dengan titelnya; Java Rockin’ Land. Jelasnya, semua performer tampil dengan maksimal dan tidak mengecewakan penikmat musik mereka.

Musisi Indonesia pastinya juga tak kalah nge-rawk. Meskipun menurut saya, ada performer yang tidak bergenre musik rock, tapi entah kenapa masuk dalam list performer. Musik mereka bukan jelek, bagus malah. Hanya bagi saya ini adalah satu detil yang diisi dengan kurang pas. Beberapa band ini cenderung ke arah pop, bahkan ada yang tidak mengenakan distorsi sama sekali. Padahal masih banyak sekali musisi rock dengan berbagai genre di dalamnya yang pantas tampil disini. Tentunya bila memang ingin memastikan Java Rockin’ Land adalah murni festival rock. Detil kecil yang menggelitik, dan terngiang-ngiang.

Tetap pastinya salut mesti ditujukan pada musisi rock besar Indonesia seperti /rif, Pas Band, The Flowers, Slank, The S.I.G.I.T, Burgerkill, Boomerang, Koil, Seringai,Netral dan band rock Indonesia lain, yang benar-benar mengusung rock dan membuat kita bangga akan musik rock dalam negeri. Musikalitas dan konsistensi merekalah yang menggerakkan gairah rock, dan memastikan genre ini tidak dilibas industri musik yang sering menganaktirikan musik rock.

Sponsor besar di balik Java Rockin’ Land 2010 ini juga memegang peranan yang sangat besar. Java Production dan Gudang Garam Intermusic nampaknya sudah bersinergi dengan sangat baik, untuk mewujudkan satu pekerjaan ‘rock’ yang konsisten. Proyek ‘rock’ yang mungkin dulu masih dianggap satu hal yang sulit, berhasil dikerjakan dengan sangat baik. 

Salut untuk Java Rockin’ Land 2010. Semoga tahun depan kita mendapat pengalaman ‘rock’ yang lebih menggelegar!

(sumber : Yovie Andhini)

SHARE