Time to be Grateful!

0
51

.Mempunyai satu anak akan membuat Anda sering mengeluh kelelahan, akibat meladeni keinginannya yang bermacam-macam. Bahkan, mungkin Anda merasa iri dengan orang lain yang belum menikah, apalagi mempunyai anak. Mereka masih punya banyak waktu untuk mengurusi dirinya sendiri, tanpa harus memperdulikan isak tangis seorang anak kecil.

Shame on you. Baru mempunyai satu hingga empat anak saja sudah berkeluh kesah. Bagaimana, bila Ghiboo katakan, bahwa terdapat seorang perempuan yang hidup di negara tetangga, yang mampu dan tidak sedikitpun mengungkapkan penyesalannya dalam membesarkan lebih dari 100 anak? Nama perempuan itu adalah Xu Yuehua.

Jangan membayangkan, bahwa Xu Yuehua merupakan perempuan muda dan serba mewah dalam kehidupannya. Tidak. Perempuan yang satu ini hidup dalam kesederhanaan. Pada usianya yang masih sangat kecil, Yuehua sudah menjadi yatim piatu. Hal inilah yang membuat dia ingin mengabdikan dirinya untuk membantu sesama yatim piatu.

Cobaan tidak pernah berhenti menguji perempuan berusia 55 tahun tersebut. Tidak hanya menjadi yatim piatu, Xu Yuehua pun terpaksa harus merelakan kedua kakinya diamputasi pada usia 13 tahun, akibat sebuah kecelakaan kereta api.

Rasa keibuan dan kemanusiaan perempuan tak berkaki ini patut untuk diteladani. Sudah sebanyak 130 anak yatim piatu dia besarkan sendirian di Xiangtan Institut Kesejahteraan Sosial, di kota Xiangtan, provinsi Hunan, Cina Pusat. Dengan ketulusannya, Yuehua menghabiskan 24 jam dalam sehari dengan memberi makan, meninabobokan, dan mengajak bermain anak-anaknya.

Meski memiliki keterbatasan fisik, Xu Yuehua tetap dapat memindahkan badannya dari satu tempat ke tempat lain secara mandiri dengan menggunakan dua bangku kecil, yang ia jadikan tumpuan sebagai pengganti kakinya.

Anak-anak itu pun mencintainya. Mereka memanggil Yuehua dengan sebutan stools mama (baca: mama bangku). Meski tidak ‘sesempurna’ Anda, Xu Yuehua tetap kuat dan bahagia menghadapai anak-anaknya dengan penuh cinta kasih. Sang suami pun selalu siap mendukungnya setiap waktu, dengan tidak pernah lelah menggendong, mengantarkannya ke tempat yang cukup jauh.

Meski bukan darah dagingnya, namun Xu Yuehua tidak pernah dapat menyembunyikan kebahagiaan saat melihat anak-anaknya. Merekalah cahaya hidupnya. Apakah Anda akan terus tidak mensyukuri hadirnya seorang anak kecil di dalam keluarga Anda, sementara di belahan dunia lain terdapat seorang perempuan lain yang cacat fisik, namun tidak pernah menyesali pengorbanannya mengabdikan hidup untuk 130 anak yatim piatu lainnya?

(*Dari berbagai sumber)

SHARE