Memories of The Sacred, Kenangan yang Tak Terlupakan

0
34

.Ubud Writer and Readers Festival 2010 telah berakhir 11 Oktober 2010 lalu. Bagi Anda yang berjiwa dan mengaku fotografer, pasti akan senang mengetahui, bahwa pada acara tersebut telah lahir sebuah buku berbentuk foto esai.

Rio Helmi, seorang fotografer bertaraf internasional merilis buku terbarunya berjudul Memories of The Sacred (baca: Kenangan akan Hal Sakral) pada Ubud Writer and Readers Festival 2010 (UWRF 2010) di Ubud, 9 Oktober 2010 lalu.

“Memories of The Sacred merupakan bagian dari foto-foto berseri yang sedang saya kerjakan di Bali dalam kurun waktu 30 tahun ini. Meski banyak pengembangan berbau komersialisasi pada beberapa bagian pulau, namun semangat-semangat tertentu terus hidup. Ini menjadi sebuah paket yang membentuk kesan dan kenangan akan semangat tak berwujud tersebut, yang menyelimuti Bali serta dapat mengejutkan dan membuka jalan melalui budaya spiritual klasik Bali. Orang-orang Bali sendiri mengekspresikan hal tersebut dalam hal yang lebih sederhana, yakni Sekala atau Niskala (baca: apa yang Anda lihat dan apa yang tidak boleh Anda lakukan),” jelas Rio mengenai buku tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan motivasinya dalam pembuatan foto esai mengenai kehidupan pribadinya tersebut, “Ide pembuatan buku ini telah berevolusi selama bertahun-tahun secara alami. Sekarang saya siap dan subyek yang diangkat sangat relevan dengan kebudayaan suku Bali yang sedang mengalami perubahan. Setelah sekian lama, saya berpikir, kinilah saatnya, atau tidak sama sekali.”

Cerita mengenai Bali ini berawal pada saat dia berlibur bersama keluarganya pada tahun 1963 silam. Saat itu Rio merasa dirinya bagai terdampar ke dalam suatu mimpi yang terasa sangat nyata, keseluruhan upacara kebudayaan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Buku ini menggambarkan betapa pulau Bali mempunyai pengaruh besar dan penting dalam hidupnya. Rio merasa bangga dan senang, bahwa penerbit yang menerbitkan bukunya berasal dari bangsa sendiri. Merupakan hal yang bagus, bila kini penerbit-penerbit Indonesia bersedia mempublikasikan fotografer dalam negeri.

Kental akan kebudayaan Bali, bukan berarti menjadi sebuah buku antropologi atau buku panduan wisata. Memories of The Sacred adalah sebuah pandangan akan Bali masa lalu, sebuah kinerja yang bergaya, hasrat, dan menjadi rangkaian portfolio yang kental akan keindahan visual dari seorang fotografer ternama, yang didesain secara unik ke dalam sebuah buku.

Peluncuran buku ini menjadi satu langkah nyata lagi dalam mempromosikan kebudayaan Indonesia. Next, anyone?

(*Dari berbagai sumber)

SHARE