Berkomitmen? Siapa Takut!

0
25

.Memiliki pasangan dan berpacaran sebenarnya tidak sulit. Sering Anda berpikir, mempertahankan hubungan itulah yang sulit. Sadarkah Anda, bahwa mungkin masalah datang dari dalam diri Anda sendiri yang takut akan berkomitmen?

Bagi Anda, menjalin hubungan yang serius, apalagi menuju jenjang pernikahan merupakan pintu awal untuk melakukan banyak pengorbanan. Anda harus mengorbankan kesenangan-kesenangan pribadi untuk menyenangkan pasangan.

Tidak akan ada lagi ‘kebebasan’ sebagai seorang individu setelah Anda ‘terikat’ dalam suatu hubungan. Walhasil, Anda tidak bisa lagi menjadi diri sendiri dan mulai berubah menjadi sosok yang diinginkan pasangan. Situasi seperti ini tidak akan terasa nyaman.

Hal-hal di atas menjadi alasan ketakutan Anda ‘terjun’ ke dalam suatu hubungan serius. Margaret Paul, Ph. D., seorang penulis buku yang cukup laris di pasaran, berjudul Do I Have To Give Up Me To Be Loved By You, mengatakan, bahwa pemikiran untuk selalu melakukan apa yang pasangan inginkan, bukannya menjadi diri sendiri dan merawat diri sendiri adalah salah dalam suatu hubungan serius.

Merawat dan memberi perhatian pada diri sendiri bukanlah hal yang egois. Be your self, namun di sisi lain, Anda juga tidak boleh mengharapkan pasangan untuk selalu berkorban untuk Anda. Untuk berkomitmen, Anda harus rela membiarkan pasangan melakukan apa yang dia inginkan, bukan apa yang Anda ingin dia lakukan. Anda baru dapat dikatakn egois, bila tidak mendukung pasangan saat dia hendak melakukan sesuatu untuk kepentingan dirinya. Perlu dicatat, jangan pernah mengharapkan pasangan untuk melakukan sesuatu untuk Anda.

Untuk mengontrol dan ‘mendikte’ perasaan pasangan agar selalu terarah hanya kepada Anda, Anda merasa harus melakukan apa yang dia minta. Bukan seperti itu caranya. Lakukan saja yang ingin Anda lakukan untuk pasangan, tanpa dia minta. Hal ini akan berdampak postif bagi keharmonisan hubungan Anda berdua.

Lain halnya, bila Anda terpaksa melakukan dan menjadi sesuatu, karena takut pasangan akan menjauh dan takut menerima kemarahan dari pasangan. Berada dalam posisi ini, Anda akan merasa terjebak dan cencerung memupuk perasaan benci di alam bawah sadar Anda.

Untuk bisa berkomitmen dengan orang lain, Anda harus bisa terlebih dahulu berkomitmen dengan diri sendiri. Tetaplah jujur kepada diri sendiri, menjaga integritas dan menghargai kebebasan yang Anda miliki sendiri.

Bila sudah berhasil merawat diri sendiri dengan sepenuh hati, maka Anda akan merasakan kebahagiaan. Orang yang hatinya dipenuhi dengan perasaan gembira akan mudah berbagi cinta kasih dengan orang lain.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE