Menghadapi Kematian Binatang Peliharaan Tercinta

0
53

.Bagi seorang anak, seekor binatang peliharaan bukan sekedar binatang biasa. Binatang tersebut lebih seperti anggota keluarga dan sahabat baginya. Kebahagiaan dan rasa ‘keutuhan’ saat berada di dekat binatang tersebut akan berganti dengan beratnya ‘pukulan’ saat binatang yang disayanginya itu meninggal.

Berat rasanya menyampaikan berita duka tersebut kepada si kecil. Anda harus menyampaikan kematian binatang kesayangannya secara empat mata di tempat yang nyaman bagi anak Anda. Bila binatang peliharaan itu sudah lama mengidap penyakit atau meninggal karena usia yang sudah lanjut, maka sebelum benar-benar meninggal, Anda harus ‘mempersiapkan’ anak agar bisa menghadapi kenyataan akan ditinggalkan binatang tersebut dengan mengatakan, bahwa sewaktu-waktu binatang peliharaannya bisa saja meninggal, mengingat keadaanya yang sudah kritis.

Lain halnya bila Anda terpaksa harus ‘menidurkan’ binatanag itu dengan keputusan untuk menyuntik mati dirinya. Jelaskan kepada anak, bahwa para dokter hewan telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkannya, namun kenyataan berkehendak lain, karena keadaan binatang peliharaan tersebut tidak berangsur baik. Beri pengertian kepada anak, bahwa akan menyakitkan bagi binatang itu, bila ia terus dalam keadaan menderita suatu penyakit tanpa adanya kemungkinan untuk sembuh, itulah sebabnya menurut Anda lebih baik untuk merelakan dia ‘pergi’. Tanamkan di kepala si kecil, bahwa binatang kesayangannya meninggal dalam damai tanpa merasakan sakit dan ketakutan.

Umur dan kedewasaan anak harus Anda perhatikan dalam memilih kata-kata. Akankah ia cukup kuat menerima kata ‘mati’ atau ‘sekarat’? Bila dirasa belum cukup, maka Anda bisa katakan padanya, “Dokter tadi menyuntik Boncu, supaya Boncu tidur. Setelah tertidur, jantung Boncu berhenti berdetak, Dik.”

Terkadang ada beberapa anak yang kuat secara emosional, sehingga ingin selalu menemani binatang peliharaannya hingga akhir hidup sang binatang. Izinkanlah ia berada di ruangan memeluk binatang tersebut selama proses kematiannya.

Mengingat polosnya seorang anak kecil, maka bila Anda katakan, bahwa binatang peliharaannya telah ‘ditidurkan’, bisa jadi ia benar-benar menganggap binatang tersebut hanya tidur secara harafiah dan akan bangun kembali sewaktu-waktu. Jangan sampai anak salah paham saat mengartikan kalimat Anda.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan, bila binatang kesayangan si anak meninggal secara tiba-tiba? Hal terpenting adalah Anda tidak boleh ikut panik. Bila Anda panik, emosi anak pun akan terpacu untuk semakin meninggi dan bergejolak. Katakan dan jelaskan dengan tenang padanya tentang apa yang telah terjadi pada binatang tersebut. Jawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut si kecil.

Jangan membohongi anak Anda dengan mengatakan, bahwa Brownie kabur dari rumah atau Coco sedang jalan-jalan keluar. Kebohongan Anda tersebut suatu saat akan terbongkar. Saat ini terjadi, anak Anda bisa jadi akan sangat membenci Anda.

Kejujuran juga harus Anda pegang saat menjawab pertanyaan anak mengenai ke mana binatang kesayangannya pergi setelah meninggal? Jawaban dari pertanyaan ini bervariasi. Hal ini tergantung dari keyakinan Anda masing-masing mengenai kehidupan setelah kematian. Namun bila Anda sendiri tidak yakin, cukup katakan sejujurnya, bahwa Anda juga tidak tahu. Anak akan bisa memahami, kok, jika kematian merupakan suatu hal yang misterius.

Masa setelah kematian binatang kesayangannya, anak akan mengalami berbagai macam emosi, seperti kesedihan yang mendalam, kemarahan, frustasi, dan rasa bersalah karena tidak menjaga dan merawat binatang peliharaan tersebut dengan lebih baik. Tunggu saat yang tepat untuk membicarakan mengenai perasaannya dengan Anda. Anda pun bisa berbagi pengalaman masa kecil saat kehilangan binatang peliharaan kesayangan Anda dengan si kecil.

Ajak si kecil untuk bersama-sama mengubur binatang tersebut. Dengan ini, anak akan merasa, bahwa binatang kesayangannya bisa dikenang dalam suatu ‘keistimewaan’. Berbagilah kenangan akan masa-masa indah dan lucu saat binatang peliharaan itu masih hidup dan berada di dekat Anda dan si kecil. Bahkan, Anda bisa mendoakannya bersama anak.

Berduka atas kehilangan seekor binatang peliharaan bagi seorang anak akan lebih berat rasanya daripada kehilangan seorang saudara jauh. Peluk si kecil. Katakan padanya, bahwa perasaan sedihnya akan berangsur-angsur hilang seiiring berjalannya waktu, namun kenangan bahagia akan sang binatang akan terus hidup di dalam kepala dan hati anak Anda. Mungkin nanti Anda dan anak akan memiliki lagi bintang peliharaan baru. Bukan sebagai pengganti binatang yang telah meninggal sebelumnya, namun sebagai anggota keluarga baru.

Binatang peliharaan juga merupakan makhluk hidup yang memiliki perasaan. Dia akan selalu menyimpan kenangan akan orang-orang yang menyayanginya setulus hati hingga akhir hayatnya.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE