Bangkitnya Tan Malaka dalam Sebuah Opera

0
49

.Siapa bilang melakukan hobi tidak bisa menambah wawasan? Bisa jadi Anda belum mengetahui akan adanya pementasan opera Tan Malaka di teater Salihara pada hari Senin, 18 Oktober 2010 hingga Rabu 20 Oktober 2010 mendatang. Selain melaksanakan kegiatan favorit Anda menonton opera, Anda juga bisa mengetahui sejarah Indonesia melalui riwayat  Tan Malaka yang akan kembali ‘dihidupkan’ melalui pementasan sebuah ‘opera-esai’ di atas panggung.

Opera Tan Malaka telah dipersiapkan sejak setahun yang lalu. Opera hasil kolaborasi antara komponis Tony Prabowo dan libretis Goenawan Mohamad ini sarat dengan unsur musik dan sastra yang tidak akan melibatkan dialog antar peran. Di atas panggung Anda justru akan melihat persilangan dan bentuk paralel antara dua penyanyi aria dan dua pembaca teks. Dekorasi panggung dihias semikian rupa hingga terkesan konstruktivis Rusia sesuai dengan latar belakang watak seorang Tan Malaka. Bentuk komposisi musik masih umum dengan terdapat tema dan pengembangannya yang mengutak-atik melodi dan harmoni.

Opera-esai ini sebuah penegasan atas satu segi penting dalam riwayat Tan Malaka, ketidakhadirannya. Dalam perjuangannya, Tan Malaka lebih banyak bergerak di bawah tanah. Tidak seperti duo Soekarno-Hatta, ia tidak hadir dalam persiapan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, tidak diketahui siapa yang membunuhnya, dan tidak jelas di mana makamnya yang sebenarnya. Tan Malaka adalah sebuah misteri.

Bagi Anda penyuka opera, namun tidak begitu mendalami sejarah bangsa, maka sebagai panduan awal agar tidak kebingungan saat menonton opera Tan Malaka nanti, ada baiknya Anda perlu sedikit mengetahui siapa itu Tan Malaka.

Tan Malaka merupakan seorang anggota PKI (Partai Komunis Indonesia). Dia merupakan salah seorang tokoh bangsa yang sangat luar biasa. Soekarno, Hatta, Syahrir, Moh. Yamin dapat dikatakan sejajar dengannya. Sebagai seorang pejuang yang militan, radikal, dan revolusioner, ia banyak melahirkan pemikiran orisinil dan berkualitas yang memiliki andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tan Malaka seorang tokoh revolusioner yang legendaris.

Selain sebagai seorang revolusioner, Tan Malaka juga sangat memperhatikan masalah pendidikan dan hak buruh. Ia merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Syarekat Islam), sedang perjuangannya melawan ketidakadilan pemerintah Hindia Belanda saat itu dilakukannya bersama para buruh.

Tahun 1949, tepatnya pada bulan Februari Tan Malaka gugur, menghilang di antah berantah.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE