Papan Ouija Penyambut Roh

0
300

.Oktober merupakan bulan Halloween. Hal-hal mistik dan gaib mulai banyak digemari orang. Mengoleksi dan memainkan barang-barang aneh, seperti batu akik, keris, kartu tarot, bola kristal, dan papan jelangkung menjadi kegiatan yang menyenangkan. Papan jelangkung Anda mainkan untuk memanggil arwah datang dan berbincang-bincang dengan Anda melalui rangkaian huruf atau kata  menjadi kalimat, yang ditunjukkan jarum papan, yang ‘digerakkan’ oleh sang arwah. Tegang, penasaran, takut, iseng, bersemangat, gugup, dan segala macam perasan campur aduk menjadi satu saat Anda memainkan papan jelangkung, atau sering juga disebut ouija board. Untuk memainkan ouija board, ada langkah-langkah yang harus Anda perhatikan. Tidak boleh sembarangan.

Pertama-tama, tentu saja Anda harus memiliki sebuah papan ouija, ditambah sebuah lilin. Pilihlah lilin berwarna putih. Sediakan kertas dan pulpen untuk menulis kalimat apa yang ingin diucapkan sang arwah nanti. Bila Anda baru pertama kali memainkannya, ajaklah beberapa orang untuk ikut bergabung. Percaya atau tidak, bermain-main dengan hal gaib akan cukup menakutkan. Usahakan hanya orang-orang yang serius menanggapi dan menghargai hal mistik yang ikut dalam permainan. Bila Anda menanggapi ouija board hanya sebagai lelucon dan omong kosong pada saat memainkannya, bisa jadi hal ini akan membawa energi negatif dan roh-roh yang berbahaya. Bersihkan diri lahir batin. Jangan memikirkan hal-hal negatif dan mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak baik untuk energi dalam raga, seperti ganja atau minuman beralkohol.

Pada sesi tanya jawab, jangan melemparkan pertanyaan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kematian Anda atau kematian orang lain, seperti kapan Anda akan meninggal, di mana, bagaimana kejadiaannya, dan masih banyak lagi. Tegakkan tubuh dan jangan menyilangkan kaki di bawah meja. Susun keyakinan dalam diri, bahwa Anda terlindungi. Lakukan dengan berkata dalam hati, “Dengan kekuatan elemen-elemen, bimbingan roh, malaikat, dan pihak yang lebih berkuasa, saya dan seluruh pengguna papan akan dilindungi dari roh, pengaruh, dan energi negatif.”

Waktu yang paling tepat untuk bermain adalah antara pukul sembilan dan 12 malam. Tunggu hingga suasana menjadi gelap dan sunyi. Pilih satu orang untuk menjadi juru bicara. Orang inilah yang akan membuka dan menutup ‘pertemuan’ antara Anda dan arwah. Untuk awal, lemparkan pertanyaan mudah yang dapat dijawab hanya dengan ‘ya’ atau ‘tidak’ (yes-no questions). Letakkan papan di tengah-tengah meja agar semua orang dapat meraihnya. Lain halnya bila Anda hanya memainkannya berdua dengan seorang teman. Duduklah berhadap-hadapan dan letakkan papan ouija di kedua lutut Anda berdua. Hal ini untuk membuat energi yang datang mengalir dengan baik.

Papan harus dikelilingi agar semua orang dapat meletakkan ujung jari mereka di kayu penunjuk di atas papan ouija. Sang juru bicara akan mulai bertanya, “Apakah ada roh di dalam ruangan ini yang bersedia berbicara dengan kami? Gunakan papan untuk berkomunikasi. Bila sudah siap, gerakkan kayu penunjuk ke arah kata ‘ya’ atau ke dalam lingkaran.” Jangan lupa untuk menegaskan, bahwa Anda hanya ingin berkomunikasi melalui papan ouija, maka bila tidak berkenan, roh dapat diminta untuk pergi. Hal ini untuk menghindari ‘keisengan’ roh tersebut dengan merasuki tubuh atau menggoda dengan suara-suara yang dihasilkan dari ketukan-ketukan, barang yang dilempar-lempar, dan banyak hal aneh lainnya.

Petanyaan awal yang bisa dilontarkan adalah nama roh tersebut. Usahakan untuk tidak menanyakan hal yang membutuhkan jawaban detil. Bila tidak ada pergerakan atau jawaban dari roh itu, maka Anda harus bersabar. Jangan memaksanya untuk menjawab. Anda saja tidak suka, kan, bila dipaksa menjawab pertanyaan yang tidak menyenangkan bagi Anda? Apalagi makhluk halus? Hindari sebisa mungkin memberikan pertanyaan yang sama berulang kali. Untuk memastikan jawaban, cukup konfirmasi sebuah pertanyaan sekali saja. Tanyakan, apa ‘dia’ merupakan roh baik. Bila jawabannya ‘tidak’, maka tutuplah papan ouija dan tunggu minimal satu jam sebelum mencoba memanggil roh yang lain.

Roh tidak akan selalu langsung datang begitu saja. Biasanya ada selang waktu 15-20 menit sebelum roh tersebut muncul. Tetap sabar dan fokus. Bila tidak ada respon, gerakkan sendiri kayu penunjuk ke dalam lingkaran besar beberapa kali dan berhentilah di situ. Biasanya, roh akan kemudian ‘mengambil alih’ pergerakan kayu penunjuk tersebut. Namun, bila selama 45 menit belum juga ada tanda-tanda kehadirannya, tutup saja papan ouija dan coba lagi lain waktu.

Penting untuk diperhatikan, Anda harus menutup papan ouija dengan benar. Langkah pertama, berterima kasihlah pada roh tersebut karena telah bersedia ‘mengobrol’ dengan Anda. Panjatkan doa untuk kedamaian baginya di alam sana dan ucapkan selamat tinggal. Pastikan dan minta dia mengarahkan kayu penunjuk ke kata ‘selamat tinggal’ setelah Anda mengucapkannya.

Ada beberapa kasus, Anda menemui roh ‘nakal’. Dia tidak mau pergi. Maka, Anda sendirilah yang harus menggerakkan kayu penunjuk ke kata ‘selamat tinggal’ sambil mengucapkan dengan keras dan tegas, “Selamat tinggal. Pergi!” Kemudian angkat jari-jari Anda dari kayu penunjuk itu. Bila merasa belum aman, tutuplah papan ouija dengan sedikit bantingan atau bawa papan ouija menembus api lilin. Hati-hati, jangan sampai terbakar!

Disarankan, penggunaan papan ouija tidak lebih dari satu jam dan dua kali dalam seminggu. Terlalu lama bermain papan ouija akan membuat letih Anda dan juga roh tersebut. Hal ini akan berbahaya. Isilah tubuh Anda dengan makan atau minum sesuatu agar Anda ‘kembali bersentuhan’ dengan benda-benda nyata duniawi.

Meski tidak boleh sembrono, papan ouija hanya untuk permainan saja. Jangan jadikan kebutuhan wajib untuk mengisi kehidupan spiritual Anda. Cukup menjadi sebuah cara untuk bersenang-senang bersama teman.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE