Wayang Bambu Mainan Anak Indonesia

0
107

.Indonesia, khususnya di pulau Jawa, terdapat berbagai macam wayang. Tidak hanya wayang purwa atau yang biasa disebut wayang kulit, namun ada juga wayang orang, golek, krucil, beber, gedog, suluh, titi, madya, wahyu, wayang pancasila, wayang bambu, dan masih banyak lagi.
 
Berbeda dengan wayang pada umumnya, yang terbuat dari kulit lembu, sesuai dengan namanya, wayang bambu pun terbuat dari bambu, atau bisa juga dari rumput (wayang suket) dan janur kuning. Pembuatan wayang bambu sebenarnya tidak memerlukan bahan-bahan yang mahal. Ketelitian, keuletan, dan kerajinanlah yang dibutuhkan. Langkah pertama adalah mencari pohon bambu tua atau agak tua.  
 
Jangan asal memilih bambu. Satu-satunya jenis bambu yang dapat digunakan adalah awitali. Hal ini disebabkan sifat bambu awitali yang lentur dan kuat. Berbeda sekali dengan bambu jenis lain yang hanya kuat, namun mudah patah, akibat tidak lentur. Setelah mendapatkannya, bambu tersebut harus dibelah, disebet, dan dihaluskan agar tidak menggores dan menimbulkan luka pada tangan saat dipegang atau dimainkan nanti.
 
Bambu telah menjadi halus, saatnya mejalin bilah-bilah bambu tersebut. Bambu ditekuk dan dilipat untuk membuat wajah karakter yang ingin ditampilkan atau diciptakan. Bila ingin membuat tokoh wayang Bima, maka bentuklah bambu tersebut menjadi seperti Bima.  
 
Bila kerangka sudah terbentuk, wayang bisa diberi pakaian dan manik-manik agar terlihat lebih indah. Bentuk serta perhiasan wayang bambu banyak mengadopsi wayang kayu. Agar terlihat lebih perkasa, Anda bisa menutupi kaki wayang dengan kain. Sedang pada bagian belakangnya, lekatkan tongkat kecil sebagi ‘punggungan’ atau ‘tulang belakangnya’.
 
Didik – yang berasal dari  Museum Wayang Perjuangan, Jakarta – seorang instruktur pada workshop pembuatan wayang yang diadakan di Museum Negeri Sumatera Utara, Medan, mengatakan, bahwa belajar membuat wayang bambu tidak akan memakan waktu lama. Bila Anda rajin dan termasuk orang yang cepat menangkap informasi dan hal baru, maka tidak lebih dari dua jam, Anda sudah akan bisa menghasilkan sebuah wayang bambu.  
 
Lain halnya yang dikatakan Adi Drajat Iskandar. Dalang yang berasal dari daerah Cijahe, Bogor ini mengungkapkan, bahwa untuk membuat satu wayang bambu, dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Menurutnya, pembuatan wayang bambu ini sangat bergantung cuaca. Bila cuaca panas, wayang bisa dibuat dalam waktu dua hingga tiga hari. Namun jika mendung, pembuatannya akan memakan waktu lebih lama, bahkan dapat juga terhenti sama sekali.
 
Wajar, karena sinar matahari berperan penting untuk menjemur wayang yang sudah terbentuk. Bambu awitali akan semakin kuat dan lentur setelah mendapatkan panasnya sinar matahari. Hasilnya akan berbeda, bila memanaskan wayang bambu menggunakan oven. Bambu akan mudah patah.
 
Kapan awal mula munculnya wayang bambu ini? Beberapa media memberitakan, bahwa Kang Drajat-lah penemu dan pencipta wayang bambu pertama kali. Lebih lanjut, kini usia wayang bambu telah memasuki tahun keempat.  
 
Seakan menyanggah persepsi media, yang menunjuk dia sebagai pencipta, Drajat sendiri mengungkapkan, bahwa wayang bambu sebenarnya telah ada sejak zaman dahulu, bahkan sebelum muncul wayang kayu. Sekedar pengetahuan, saat Ghiboo berjalan-jalan ke Museum Wayang, yang terletak di daerah Kota Tua, Jakarta, terdapat keterangan, bahwa wayang bambu ‘lahir’ dari keisengan anak-anak kecil zaman dahulu menciptakan sebuah ‘mainan’ yang berasal dari bambu atau rumput – saat menggembalakan ternak mereka – menjadi sebuah wayang, wayang bambu.

Wayang bambu dan beragam jenis wayang lainnya merupakan warisan budaya yang telah diakui dunia melalui sertifikat dari UNESCO, awal tahun 2009 lalu. Eksistensinya melalui beragam pertunjukan wayang dan perawatan lainnya harus dilestarikan, bukan dengan menyerang dalam kekerasan untuk menghentikan hal-hal tersebut. Akan sangat memalukan, bila Indonesia kehilangan kebudayaannya satu per satu akibat ulah bangsanya sendiri.
 
(*Dari berbagai sumber)

SHARE