Metamorfoblus Slank: Seaslinya Slank

0
65

.Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail siang tadi (21/10/10) jadi tempat dimana Ghiboo bisa ikut menikmati film terbaru Slank,  berjudul Metamorfoblus Slank. Film dokumenter Slank ini dibuat oleh Dosy Omar, yang tahun 2008 lalu juga terlibat dalam Generasi Biru, film pertama Slank.

Sangat berbeda dengan Generasi Biru yang banyak menggunakan simbol, tarian dan lagu, Metamorfoblus justru menampilkan Slank apa adanya. Slank yang sesungguhnya. Bagaimana Slank dalam perjalanannya menginspirasi banyak orang. Sesuatu hal yang jauh lebih dalam tentang diri para Slankers, yang lebih sering dianggap brutal dan liar.

Metamorfoblus menceritakan kisah orang-orang yang menjadikan Slank sebagai bagian penting dari hidup mereka. Diawali dengan seorang polisi dari Batam bernama Supriyadi alias Joker. Polisi yang biasanya diidentikkan dengan arogansi dan pemboikotan terhadap Slank ternyata didalamnya terdapat seorang yang sangat mencintai Slank. Latar belakang pekerjaan Joker yang keras, menjadikan cerita tentangnya adalah tentang rasa cinta damai dan PEACE, anti kekerasan.

Cerita bergulir dengan kehidupan Andi dan ayahnya di Jogja, berkat Slank berhasil mengakhiri perjalanan ketergantungan obat-obatannya. Konflik perbedaan dengan sang ayah yang seorang tokoh masjid kecil, hingga pertemuan dengan Slank dan Bunda Iffet yang sangat berarti untuk sang ayah. Cinta mengatasi ketergantungan. Sang ayah kepada Andi, seperti Bunda Iffet kepada semua anggota Slank (LOVE).

Kemudian ada Timor Leste, Slankers Kupang yang berjuang setengah mati untuk mendapatkan paspor, demi melihat Slank di Timor Leste. Perpisahan antara Timor Leste dan Indonesia yang memberi jarak bukan hanya wilayah namun juga di hati. Disana Slank hadir untuk membawa rasa persaudaraan (UNITY) dan juga saling menghargai (RESPECT).

Menyimak film ini rasanya seperti menemukan kejujuran. Dosy berhasil menemukan angle yang mengingatkan kita, bahwa Slankers juga sama saja seperti kita. Punya harapan akan kebersamaan dan persatuan. Banyak adegan dalam film yang membuat kita jadi lebih tahu akan Slank. Adegan kontroversial maupun adegan menyentuh. Saya rasa film sepanjang 98 menit ini jauh lebih baik daripada film Slank sebelumnya.

Diproduksi oleh Rumah Pohon Indonesia dibawah Ursula Tumiwa, perempuan cantik ini mengatakan bahwa film Metamorfoblus ini menyimpan banyak kisah, yang sayang sekali tak semuanya bisa tertuang dalam layar. Ursula juga mengatakan bahwa film Metamorfoblus ini akan dibawa ke sepuluh kota di Indonesia, diputar di bioskop alternatif di seluruh kota tersebut. Bioskop alternatif itu kemungkinan besar bisa berubah menjadi ‘layar tancep’. Satu adaptasi yang tak akan dihindari bila harus terjadi. Tak mengapa asalkan seluruh Slankers bisa ikut menikmati segala rasa yang muncul saat menonton film ini.

Untuk anda penikmat lagu Slank, coba simak film Metamorfoblus Slank. Tak masalah apakah anda mengaku Slankers atau bukan, rasanya film ini bisa memberikan satu titik cerah tentang rasa persaudaraan.

(sumber : Yovie Andhini)

SHARE