Kapsul Waktu Sony Volume 13

0
47

.Sekarang ini siapa yang tidak punya televisi? Jika tahun 1980-an mungkin satu kepala keluarga hanya mempunyai satu unit televisi, sekarang di era milenium ini, hampir setiap kamar dalam sebuah rumah ada televisi, entah itu tabung sinar katoda (CRT), layar rata (flatscreen) atau televisi rata (flat TV). Televisi digunakan orang untuk menonton siaran TV atau pun DVD dan siaran TV berlangganan. Jenis dan ukurannya pun bermacam-macam.

Bicara mengenai unit televisi, Anda pasti teringat Sony. Perusahaan yang sudah senior di bidang elektronik ini, pernah membuat sejarah dengan membuat televisi berlayar besar 42 tahun lalu disaat produsen lain belum pernah membuatnya. Kembali ke tahun 1968, Sony memperkenalkan televisi Trinitron berwarna pertama. Saat keluar pertama kali, Trinitron menyumbangkan kontribusi yang besar bagi kemajuan perusahaan. Sejak saat itu, para insinyur Sony selalu berinovasi dan menciptakan televisi yang semakin canggih seperti Bravia.

Sebelum penciptaan Bravia, Sony berhasil membuat televisi layar lebas dengan ukuran 100 inci dan layar rata, namanya Sony Color Video Panel. Hari ini sudah banyak yang membuat televisi layar besar, tapi tidak bisa dibandingkan dengan 42 tahun yang lalu ketika Sony membuat televisi berukuran tinggi 1,5 m, lebar 2 m dan ketebalan 25 cm dengan layar 100 inci.

Wow, bagaimana Sony bisa membuat televisi sebesar itu saat teknologi belum canggih… Layarnya terdiri dari 78 ribu elemen berwarna terletak dalam 260 kolom vertikal dan 300 garis horisontal. Sebuah “otak elektronik” memancarkan sinyal yang diterima oleh antena dan menampilkannya di layar. Bisa dikatakan ada 78 ribu lampu-lampu kecil berubah warna sesuai gambar yang diterima antena.

Anda boleh tertawa dengan fakta tersebut, tapi coba pikirkan bahwa teknologi tersebut direalisasikan di masa CRT. Kita patut acungi jempol atas inovasi Sony yang berani tampil beda di era televisi CRT. Sayangnya televisi yang dijuluki Jumbotron tersebut menghabiskan biaya 10 juta yen, karena itu tidak pernah dijual dan hanya dipamerkan di Tsukuba Expo ’85 di Tsukuba, Jepang.

(Dari berbagai sumber)

SHARE