"Sayang, kamu cucuku, bukan anakku."

0
58

.Senangnya punya cucu. Ingat, cucu. Bukan anak. Saat anak Anda datang ke rumah menghadirkan seorang anak kecil ke dalam keluarga, perasaan Anda pasti akan dipenuhi rasa haru bahagia. Bila dulu Anda bahagia menjadi seorang ayah atau ibu, kini Anda bangga telah menjadi seorang kakek atau nenek.

Anda mulai menemaninya bermain sepanjang waktu, menyuapinya dengan bubur atau susu, menggendongnya, memandikannya, menemaninya tidur, dan masih banyak lagi. Anda rela mengorbankan banyak waktu untuk cucu tercinta.

“Anak ini cucuku. Milikku.” begitu ujar Anda dalam hati. Well, ada satu hal yang perlu ditekankan di sini, Anda adalah kakek atau neneknya, bukan orangtuanya. Jangan sampai rasa cinta Anda terhadap cucu justru menyebabkan pertengkaran dan perselisihan di antara Anda dan anak, yang tak lain adalah orangtua kandung si cucu.

Mungkin Anda pernah adu argumen dengan anak hanya karena ingin memberinya bubur, sedang anak Anda merasa, bahwa sang cucu belum cukup umur untuk mengonsumsi bubur dan seharusnya hanya menelan air susu.

Anda yang lebih dulu lahir ke dunia merasa tersinggung karena permintaan tidak dituruti, padahal Anda jauh lebih dulu berpengalaman menjadi orangtua dibanding anak Anda. Di sisi lain, orangtua sang cucu merasa Anda sudah melanggar hak istimewanya sebagai orangtua untuk menentukan apa yang terbaik untuk anak tersebut.

Sudah saatnya Anda sadar dan berbesar hati untuk menerima kenyataan, bahwa anak Anda bukan lagi seorang bocah ingusan yang baru lahir kemarin. Buah hati Anda kini telah menjadi orangtua. Sejak memiliki anak, secara alami dia akan memiliki sense dan keahlian sebagai orangtua yang cakap dalam menghadapi anak.

Cara didik Anda terhadap anak di masa lalu tentu tidak akan sama dengan cara didik anak Anda terhadap cucu sekarang ini. Zaman semakin berkembang, dunia tidak seperti dulu lagi. Ada beberapa hal dalam mendidik anak yang harus disesuaikan dengan perubahan zaman tersebut.

Bukan berarti Anda tidak boleh ikut mendidik cucu. Boleh saja. Namun kapasitasnya hanya akan menjadi sebuah saran. Bisa diterima, bisa tidak. Anda tidak boleh sakit hati, bila anak tidak setuju dengan pendapat Anda.

Cucu pasti akan kembali ke pelukan setiap kali anak Anda sibuk dan tidak punya waktu untuk mengurus serta menjaganya. Bantuan dan kehadiran Anda akan selalu dibutuhkan dan dinanti-nanti, asal tidak melangkahi peran anak sebagai orangtua sang cucu.

(*Dari berbagai sumber)

SHARE